Sehingga Pupuk Indonesia yang menjadi bagian dari Kementerian BUMN dapat berkontribusi pada swasembada pangan yang menjadi asta cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
“Ini memang cukup menantang apalagi saat musim hujan yang humidity (kelembabannya) tinggi, harus hati-hati dalam meng-handle ya, tolong dijaga kualitasnya.
Baca Juga: Magang di BUMN Bersama PT Pupuk Indonesia Niaga, Sedang Dibutuhkan Posisi Staf Administrasi
"Untuk petani Indonesia kualitasnya harus selalu yang terbaik, tidak boleh kurang, itu bentuk dari komitmen kita semua.
"Jadi dijaga, jangan karena ini kelihatannya bagging nggak penting, tetapi setiap proses itu ujungnya untuk petani,” tutup Rahmad.
Guna menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Tengah dan DIY, Pupuk Indonesia memiliki 33 gudang lini III pupuk urea dan 40 gudang lini III pupuk NPK yang didukung oleh 210 jaringan distributor dan 5.055 kios pupuk lengkap (KPL) atau kios pengecer.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Raih Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO dengan Prospek Stabil
Kegiatan penyaluran dimonitor oleh 4 manajer penjualan serta 89 orang tenaga pemasar yang terdiri dari 16 orang account executive (AE) dan 73 orang asisten AE.
Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton yang diperuntukkan kepada petani terdaftar pada rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang dikelola oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan).
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024, alokasi tersebut terbagi menjadi urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, NPK Formula Khusus 147.798 ton, dan Organik 500.000 ton.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk Subsidi Per 1 Januari 2025, Begini Cara Menebusnya Menggunakan KTP dan Kartu Tani
Berdasarkan data, Pupuk Indonesia telah berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar sebesar 694.639 ton hingga 5 Februari 2025.
Adapun rinciannya pupuk bersubsidi jenis urea 342.393 ton, NPK 325.165 ton, NPK Formula Khusus 4.249 ton, dan pupuk organik 22.832 ton.
Sementara dari sisi stok, Pupuk Indonesia tetap menjamin ketersediaan pupuk untuk dapat dimanfaatkan petani terdaftar dengan jumlah 1.665.418 ton.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Penebusan Pupuk Subsidi di Awal Tahun 2025
Adapun rinciannya pupuk bersubsidi jenis urea 611.783 ton dan NPK 436.434 ton.
Sementara sisanya pupuk nonsubsidi jenis urea 86.925 ton dan NPK 31.675 ton.
Jumlah stok pupuk urea dan NPK ini masing-masing setara 362 persen dan 251 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah.***
Artikel Terkait
BUMN Pupuk Indonesia Buka Peluang Magang di Jakarta Pusat, Kualifikasi dan Cara Daftarnya Bisa Disimak di Sini
Pupuk Indonesia Ajak Petani Tercatat di Maumere untuk Menebus Pupuk Subsidi dengan KTP
Pupuk Indonesia Ajak Petani Sikka Segera Tebus Pupuk Bersubsidi 2025
PT Pupuk Indonesia Niaga Buka Lowongan Magang hingga 6 Februari, Pendidikan S1 Lebih Diutamakan
Buruan Daftar Lowongan Magang BUMN di PT Pupuk Indonesia Niaga, Cek Syaratnya!