Bio Farma Sambut CEO CEPI dan Dirjen Kemenkes RI, Bahas Pengembangan Vaksin mRNA

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 12 Februari 2025 | 09:00 WIB
CEO CEPI Richard Hatchett (tengah), & Dirjen. Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes RI Jeffri Ardiyanto (kedua dari kanan) diterima oleh Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya dan jajaran. (DOK.Bio Farma)
CEO CEPI Richard Hatchett (tengah), & Dirjen. Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes RI Jeffri Ardiyanto (kedua dari kanan) diterima oleh Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya dan jajaran. (DOK.Bio Farma)

Ia melanjutkan, kemitraan yang kuat antara CEPI dan Bio Farma ini tidak hanya di Indonesia, tetapi juga membantu memposisikan Indonesia sebagai pusat regional untuk keamanan kesehatan yang lebih baik di Asia Tenggara.

Baca Juga: 7 Fakta Unik tentang Hari Valentine: Dari Asal-usul yang Misterius hingga Tradisi Unik di Beberapa Negara

"Dengan kemampuan manufaktur yang semakin maju ini, akan memungkinkan untuk menghadapi wabah di masa depan dengan akses yang cepat dan merata terhadap vaksin yang berpotensi menyelamatkan nyawa bagi masyarakat di wilayah ini.” ungkap Richard.

Richard menambahkan bahwa kolaborasi yang baik merupakan salah satu aspek penting dalam upaya menghilangkan ancaman pandemi.

“Saya berharap dapat memperdalam kolaborasi kami dengan pemerintah Indonesia dan industri life-science-nya, seiring dengan upaya kami untuk menghilangkan ancaman pandemi.”  tutupnya.

Baca Juga: BMPP Nusantara-2 Produksi PT PAL Indonesia Siap Beroperasi, Pasok Listrik untuk Kolaka

Wakil Direktur Utama Bio Farma, Soleh Ayubi menyampaikan dalam paparannya bahwa Bio Farma memiliki pengalaman yang matang di pasar global vaksin.

Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang produksi vaksin untuk mendukung kebutuhan vaksin global. 

Sejak tahun 1997, jelas Soleh, 20 produk vaksin Bio Farma telah telah mendapatkan sertifikat prakualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO. 

Baca Juga: Ide Kado Romantis untuk Kekasih di Hari Valentine Selain Bunga dan Cokelat

Saat ini, Bio Farma merupakan salah satu dari tujuh pemasok WHO teratas berdasarkan volume dengan kapasitas produksi 3,1 Miliar dosis per tahun dan telah menjangkau sebanyak 700 juta pengguna di seluruh dunia.

"Kedepannya kami harap dapat terus berkontribusi pada pemerataan akses vaksin di tingkat global sebagai upaya keberlanjutan dalam memerangi ancaman pandemi di masa mendatang.” papar Soleh.

CEPI dan Bio Farma telah berkomitmen untuk melakukan kolaborasi selama 10 tahun dan Bio Farma telah ditunjuk oleh CEPI sebagai salah satu manufacturing preferred network CEPI di Global South. 

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN Bidang Geographic Information System (GIS), Ayo Daftar di PTPN IV Regional 5 Sekarang!

Kerja sama antara CEPI dan Bio Farma dalam mempercepat produksi vaksin sejalan dengan Asta Cita kedua yaitu emantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini