Baca Juga: Bisnis BSI Melejit Sepanjang 2024, Cicil Emas Jadi Favorit Gen Z dan Milenial!
Dengan beban penyakit pneumokokus yang signifikan di Indonesia, produksi lokal PCV15 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.
Vaksin ini melindungi dari 15 serotipe S. pneumoniae, termasuk serotipe penyebab penyakit kritis.
Selain itu, perjanjian ini juga mendukung strategi hilirisasi industri farmasi dalam negeri.
Baca Juga: Hadirkan Mobile Crane 150 Ton, Pelindo Siap Optimalkan Layanan Bongkar Muat di Pelabuhan Sibolga
“Kemitraan ini menandai pencapaian penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin dunia,” ujar Aminuddin Ma’ruf, Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia.
Kerja sama ini melanjutkan keberhasilan transfer teknologi antara MSD dan Bio Farma dalam produksi lokal vaksin HPV 4-valent, NUSAGARD®, yang diluncurkan pada Agustus 2023.
Pengalaman ini menjadi fondasi kuat dalam alih teknologi PCV15, meningkatkan kapasitas Bio Farma dalam memproduksi vaksin berkualitas tinggi di dalam negeri.
Baca Juga: Cegah Abrasi, PT Timah Siapkan Perlindungan untuk Pantai Pongkar
Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma, menambahkan, “Perjanjian kemitraan hari ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas produksi vaksin di Indonesia."
"Tetapi juga mencerminkan komitmen kami dalam mendukung Asta Cita Indonesia dan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, melalui kemampuan memproduksi vaksin inovatif secara lokal.”
Artikel Terkait
Bio Farma Group Rayakan Ulang Tahun ke-5 dengan Semangat "Unleash the Resilience"
Bio Farma Perkuat Kerja Sama Global dengan Serum Institute of India, Bersama Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Segera Daftar Lowongan Magang di Bio Farma, Dapatkan Sertifikat Resmi dari Kementerian BUMN
Bio Farma Salurkan Bantuan Obat untuk Korban Banjir di Pekalongan, Wujud Kepedulian pada Masyarakat
Bio Farma Sambut CEO CEPI dan Dirjen Kemenkes RI, Bahas Pengembangan Vaksin mRNA