“Untuk hidrogen ini kami ada beberapa aktivitas terutama di sektor produksinya. Kami berusaha untuk memproduksi green hydrogen di Ulubelu dengan kapasitas 100 Kg per hari, dan kita menyiapkan proyek untuk SPBU hydrogen. Namanya Hydrogen Refueling Station,” beber Oki Muraza.
Baca Juga: Udara Mulai Panas, Butuh yang Segar dan Pedas, Ini Ragam Rujak di Indonesia yang Menyegarkan
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengapresiasi langkah Pertamina terus mengembangkan BBM yang lebih ramah lingkungan.B aik dari sisi pengembangan SAF maupun implementasi program pemerintah seperti B40.
“Di sektor penerbangan Pertamina sudah ada biofuel yang disebut SAF. Selain itu program B40 sudah berjalan dengan baik per hari ini (14/02) program mandatory B40 sudah tersalurkan sekitar 12 juta kilo liter.
"Kami sangat mengapresiasi implementasi biofuel yang telah dilakukan Pertamina,” pungkas Eniya.***
Artikel Terkait
Pertamina Raih Peringkat Tertinggi di Indonesia dalam Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik versi TIME
SKK Migas dan Pertamina EP Papua Gandeng BBKSDA Papua Barat untuk Misi Selamatkan Satwa Endemik
Dukung Pendidikan di Wilayah Terpencil, SKK Migas-Pertamina EP Papua Tingkatkan Kualitas Sarana Sekolah di Sorong
Pertamina EP Sukowati Field Dukung Pemberdayaan Masyarakat Lewat Panen Raya Ikan Lele
Komitmen Subholding Upstream Pertamina Bangun Budaya K3 Dukung Bisnis Berkelanjutan