Orchidarium Kebun Raya Balikpapan Resmi Dibuka, Sinergi Pertamina Hulu Indonesia dan Pemkot Balikpapan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 20 Februari 2025 | 08:00 WIB
Orchidarium Kebun Raya Balikpapan resmi dibuka, hasil sinergi Pertamina Hulu Indonesia dan Pemkot Balikpapan, menjadi pusat konservasi dan edukasi anggrek. (Dok. Pertamina)
Orchidarium Kebun Raya Balikpapan resmi dibuka, hasil sinergi Pertamina Hulu Indonesia dan Pemkot Balikpapan, menjadi pusat konservasi dan edukasi anggrek. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan melalui anak perusahaannya, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) baru saja melakukan sinergi bersama Pemerintah Kota Balikpapan.

Kolaborasi ini dilakukan dalam pengembangan serta peresmian Orchidarium Kebun Raya Balikpapan (KRB) pada Rabu, 12 Februari 2025.

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-128 Kota Balikpapan sekaligus menjadi langkah strategis dalam konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Proyek, Waskita Karya Hadirkan Inovasi Digital Manajemen Konstruksi

Peresmian Orchidarium ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Walikota Balikpapan, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, unsur Forkopimda.

Perwakilan SKK Migas wilayah Kalimantan & Sulawesi, serta General Manager dari Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Tak hanya itu, kehadiran media dan komunitas influencer turut menyemarakkan acara ini.

Dengan berdirinya fasilitas ini, Orchidarium Kebun Raya Balikpapan resmi menjadi Orchidarium pertama di Kebun Raya Daerah se-Indonesia dan yang kedua setelah Kebun Raya Bogor.

Baca Juga: 4 Kolam Pemandian di Malang yang Sejuk, Makin Sejuk Karena Airnya Berasal dari Mata Air Alami

Selain menjadi pusat konservasi, tempat ini juga akan berfungsi sebagai sarana edukasi dan penelitian terkait spesies anggrek yang ada di Kalimantan.

Pembangunan Orchidarium dimulai pada tahun 2022, setelah adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 23 Mei 2022.

Dengan luas 1,5 hektare dan jalur trekking sepanjang 550 meter, kawasan ini terbagi dalam empat zona utama. Zona 1 dikelola oleh PHM, Zona 2 oleh PHSS, dan Zona 3 oleh PHKT, sementara Zona 4 diperuntukkan bagi koleksi anggrek langka.

Baca Juga: PEP Prabumulih Field Sumbang Revenue USD 348 Juta untuk Pertamina

Diharapkan, fasilitas ini dapat menjadi habitat yang ideal untuk pelestarian berbagai spesies anggrek khas Kalimantan serta mendukung pengembangan penelitian yang berkelanjutan.

Saat ini, Orchidarium KRB telah memiliki koleksi sebanyak 205 spesies anggrek dengan total 2.456 spesimen, meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 133 spesies dan 1.867 spesimen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini