Kejar Target 2025, PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Operasional, Kemitraan Strategis dan Perluasan Bisnis

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 25 Februari 2025 | 19:15 WIB
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus mengoptimalkan layanan operasionalnya untuk mencapai target tahun 2025. (Dok. PTP Nonpetikemas)
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus mengoptimalkan layanan operasionalnya untuk mencapai target tahun 2025. (Dok. PTP Nonpetikemas)

Peningkatan layanan curah cair di Regional 2 Tanjung Priok, melalui kerja sama bongkar muat curah cair, serta proyek Ship-to-Ship dan Shorebase yang mendukung efisiensi pengiriman dan logistik antar kapal.

Sebelumnya pada Forum Group Discussion (FGD) dalam Management Forum PTP Nonpetikemas tahun 2025 pada minggu lalu, pengamat dan akademisi logistik maritim ITS (Institut Teknologi Surabaya) Raja Oloan Saut Gurning, S.T., M.Sc., Ph.D., CMarTech, mengatakan dalam kajiannya tentang konektivitas Pelabuhan nonpetikemas di Indonesia bahwa dengan konektivitas tinggi berpotensi meningkatkan kualitas perdagangan dan memberikan manfaat ekonomi serta bisnis.

Baca Juga: Pemberdayaan Perempuan Kampung Nelayan Kalibaru: PTP Nonpetikemas Gelar Pelatihan Olahan Ikan dan Rumput Laut

Untuk mendukung hal ini, diperlukan penerapan strategi bundling layanan dan tarif guna menurunkan biaya logistik dan meningkatkan fleksibilitas distribusi barang.

Konektivitas pelabuhan juga membutuhkan transportasi multimoda sebagai langkah efisiensi distribusi barang dari dan ke Pelabuhan.

PTP Nonpetikemas perlu menerapkan langkah ini untuk menjalankan peran strategis sebagai operator terminal non-petikemas di Indonesia dengan layanan terintegrasi, kompetitif, serta menjadi katalisator ekosistem logistik guna mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Berikan Sarana Prasarana Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas, Dorong Terwujudnya Inklusivitas

“Dalam FGD PTP Nonpetikemas bersama Prof. Saut, penting bagi PTP Nonpetikemas untuk meningkatkan target pelanggan yang lebih luas.

"Potensi pasar PTP Nonpetikemas sangat besar, dan dengan jangkauan yang lebih luas, kami berharap dapat meningkatkan pangsa pasar PTP Nonpetikemas,” tambah Indra.

PTP Nonpetikemas berhasil melaksanakan standarisasi, sistemisasi, dan integrasi di seluruh pelabuhan yang tersebar di 11 wilayah strategis di Indonesia, mencakup Tanjung Priok, Banten, Panjang-Lampung, Bengkulu, Jambi, Teluk Bayur – Sumatera Barat, Palembang – Sumatera Selatan, Cirebon, Pangkal Balam – Bangka Belitung, Pontianak, dan Tanjung Pandan – Bangka Belitung dengan penerapan PTOS-M yang terbukti berhasil mengurangi waktu port stay hingga 33%.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Kembali Raih Peringkat Perak di SNI Award 2024: Komitmen pada Standardisasi Nasional yang Berkelanjutan

Melalui strategi yang telah dirancang untuk tahun 2025, PTP Nonpetikemas dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai target.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai operator terminal nonpetikemas terkemuka di Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini