Krakatau Steel dan PGN Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas Kepelabuhanan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 13 Maret 2025 | 06:30 WIB
Penandatanganan kerja sama kepelabuhanan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perusahan Gas Negara Tbk (PT PGN Tbk) pada Rabu, 12 Maret 2025.
Penandatanganan kerja sama kepelabuhanan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perusahan Gas Negara Tbk (PT PGN Tbk) pada Rabu, 12 Maret 2025.

“Kami berharap kerja sama yang direncanakan berjalan hingga 2 tahun ini dapat dilakukan dengan baik, tidak ada kendala apa pun," katanya.

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Logistik, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Kembangkan Layanan Pipanisasi untuk LPG

Bahkan, lanjut Akbar Djohan, kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama untuk fasilitas lainnya di Krakatau Steel Group sehingga tidak hanya berhenti di PT Krakatau Bandar Samudera.

PT Krakatau Bandar Samudera sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) memiliki layanan end-to-end, mulai dari marine service, port handling, trucking, hingga bunkering dengan kapasitas mencapai 25 juta ton per tahun.

Saat ini PT Krakatau Bandar Samudera memiliki 17 jetty dengan beberapa fasilitas berstandar internasional, seperti pilotage & towage, mooring-unmooring, stevedoring, jetty management, dan integrated logistics services yang dapat melayani 800 kapal setiap tahunnya.

Baca Juga: Bukber Seru di Tangerang Selatan! Ini 5 Rekomendasi Tempatnya

PT Krakatau Bandar Samudera juga memiliki Continuous Ship Unloader (CSU) berkecepatan 1.300 ton/jam yang terintegrasi dengan gudang (integrated warehouse/IWH) dengan standar food grade.

Secara total, KBS dapat mengakomodasi kapal besar sampai 200.000 DWT. 

Dengan fasilitas yang lengkap di kawasan industri seluas 3.250 hektardan 64 unit gudang seluas 12,3 hektar, PT Krakatau Bandar Samudera melayani bongkar muat mencapai 20.000 ton per hari.

Baca Juga: ITDC Sambut Berkah Ramadan dengan Berbagi Takjil untuk Pengunjung The Mandalika

"Sinergi PT Krakatau Bandar Samudera dan PT PGN Tbk ini membuktikan strategi besar kedua belah pihak untuk membangun ekosisistem bunkering migas sebagai strategi ekspansi dalam bisnis maritim di sepanjang Selat Sunda yang sangat potensial,” tegas Akbar Djohan.

Menutup pernyataannya Akbar Djohan menyampaikan bahwa Krakatau Steel terus mendorong Krakatau Steel Group untuk bersinergi dan berkolaborasi tidak hanya berhenti di dalam negeri tapi juga meluaskan kerja sama hingga ke seluruh negeri.

Semua ini akan berdampak padapeningkatan kinerja dan kemajuan Krakatau Steel Group.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini