Perseroan, lanjut Ermy, turut membangun kolam retensi guna mengantisipasi banjir.
Baca Juga: Krakatau Steel dan PGN Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas Kepelabuhanan
"Waskita Karya sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun berbagai infrastruktur memahami, pentingnya keberadaan Islamic Centre sebagai pusat pengkajian dan pembinaan umat Islam di Medan.
"Maka kami mendesain area tersebut tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sentra aktivitas masyarakat, sekaligus kawasan wisata rohani," jelasnya.
Nantinya, sambung Ermy, masyarakat di Sumatera Utara bisa melakukan aktivitas pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial, maupun politik di sana.
Baca Juga: Syarat Umum dan Dokumen Administrasi untuk Mengikuti Rekrutmen Bersama BUMN 2025
Maka proyek yang dibangun di lahan seluas 22 hektare (ha) ini diharapkan dapat mencerdaskan sekaligus mendorong kemajuan ekonomi umat.
Perlu diketahui, sebelumnya Waskita Karya pun telah membangun sejumlah masjid di Tanah Air.
Di antaranya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, renovasi Masjid Baiturrahman Aceh, Baiturrahman Semarang, serta renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta.***
Artikel Terkait
Waskita Karya Bangun RSUD Akhmad Berahim, Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Kalimantan Utara
Dukung Kesehatan Masyarakat, Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Tanah Air
Waskita Karya Diganjar Penghargaan PRIA 2025 atas Komunikasi Publik yang Transparan
Komitmen Jalankan Operasional yang Unggul, Waskita Karya Susun Roadmap 2025
6 Bendungan Garapan Waskita Karya Masuk PSN, Siap Dukung Ketahanan Pangan