Selain itu, perusahaan juga ditunjuk sebagai pemenang atas BUP KPBU Proyek Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Provinsi Sumatera Barat.
Baca Juga: Tingkatkan Infrastruktur Kesehatan, Hutama Karya Mulai Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah
Kedua proyek KPBU ini menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT).
Untuk mendorong kinerja konstruksi, perusahaan senantiasa melakukan penguatan, pengendalian biaya, mutu, waktu, dan integrated governance; melakukan efisiensi beban usaha; hingga mengoptimalkan fokus champion di segmen jalan dan jembatan sebagai portofolio utama dalam revenue stream.
“Di tahun 2024, Proyek-Proyek BUMN mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 85 persen, disusul oleh Proyek Pemerintah sebesar 11,3 persen dan Proyek Swasta sebesar 3,7 persen,” imbuh Budi.
Baca Juga: Cepat Tanggap, Hutama Karya Salurkan Bantuan Segera Untuk Bekasi
Adapun berbagai proyek infrastruktur yang berhasil diselesaikan tahun 2024 meliputi RSIA Sardjito di Yogyakarta; hingga Menara Turyapada, RSIA Ngoerah dan Relayout RSUP Sanglah di Bali.
Hutama Karya juga berhasil menuntaskan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema di Bengkulu, dan Pengamanan Pantai NCICD di Jakarta, Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Medan – Binjai (JLKAMB 2), Proyek Underpass Joglo di Surakarta, Proyek Pelebaran dan Perbaikan Geometrik Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun di Kabupaten Bandung & Cianjur yang tahun ini dapat digunakan sebagai jalur mudik; hingga proyek di sektor energi meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar 650 MW di Bekasi, dan PLTGU Tambak Lorok 779 MW di Semarang.
Dari sisi penugasan, pada tahun 2024 Hutama Karya menambah panjang JTTS melalui terbangunnya 83,9 km jalan tol, sehingga secara akumulatif total panjang yang telah dibangun oleh Hutama Karya adalah 1.043 km dengan ruas tol yang diresmikan pada 2024 antara lain:
- Jalan Tol Indrapura – Kisaran Seksi 1 (15,6 km) dan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Ruas Tebing Tinggi – Indrapura Seksi 1 dan sebagian Seksi 2 (28 km)
- Jalan Tol Pekanbaru – Padang Ruas Bangkinang – Pangkalan Seksi Bangkinang – XIII Koto Kampar (24,7 km)
- Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2,3,5, dan 6 (35 Km) dan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan Seksi 2 (19 Km)
- Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Ruas Tebing Tinggi – Dolok Merawan – Sinaksak Seksi 3
- Sebagian Seksi 4 (45,6 km) dan Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 (34 km)
Baca Juga: Siap Sambut Mudik, Hutama Karya Prediksi Trafik di JTTS Meningkat hingga 68,81%
Dari sisi bisnis pengelolaan Jalan Tol, Hutama Karya mencatat tren peningkatan LHR yang cukup signifikan pada ruas-ruas yang dikelola.
Di wilayah Sumatera, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) mencatat LHR sebesar 9.297 kendaraan per hari, lebih baik 5,3% dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, di Pulau Jawa, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Selatan (JORR-S) mencatat LHR sebesar 145.053 kendaraan per hari, dengan kenaikan signifikan sebesar 8,7% dibandingkan tahun 2023.
Baca Juga: Hutama Karya Bangun RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah, Dukung Prioritas Pemerintah di Bidang Kesehatan
Artikel Terkait
Cepat Tanggap, Hutama Karya Salurkan Bantuan Segera Untuk Bekasi
Tingkatkan Infrastruktur Kesehatan, Hutama Karya Mulai Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah
Hutama Karya Siapkan 31 Rest Area di Sepanjang JTTS, Pastikan Mudik Lebaran 2025 Tenang dan Menyenangkan
Hutama Karya Fungsionalkan Tiga Ruas Jalan Tol Trans Sumatera untuk Arus Mudik Lebaran yang Lebih Lancar
Hutama Karya Tebar Berkah Ramadhan di Seluruh Jalan Tol Kelolaan, Pengguna Jalan Tol Sampaikan Doa Tulus