PHE OSES Hadirkan Platform Terintegrasi untuk Automasi Perawatan Sumur

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 26 Maret 2025 | 07:30 WIB
Perwira PHE OSES melakukan monitoring di anjungan lepas pantai Cinta Complex, salah satu fasilitas yang mengimplementasi inovasi automasi perawatan sumur lewat Optimized Oilfield Integration Platform.
Perwira PHE OSES melakukan monitoring di anjungan lepas pantai Cinta Complex, salah satu fasilitas yang mengimplementasi inovasi automasi perawatan sumur lewat Optimized Oilfield Integration Platform.

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, menghadirkan inovasi baru dalam automasi perawatan sumur melalui Optimized Oilfield Integration Platform (OOIP).

Melalui teknologi ini, PHE OSES berhasil mencapai tingkat akurasi 100% dalam implementasi rencana perbaikan sumur.

Inovasi ini muncul sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi dalam evaluasi sumur, di mana masih banyak tahapan yang dilakukan secara manual, mulai dari perencanaan hingga eksekusi.

Baca Juga: Telkom Solution Hadirkan Solusi Digital Inovatif untuk Segmen Market Enterprise Business di Indonesia

Tak dapat dipungkiri bahwa proses tersebut berisiko meningkatkan human error, sehingga diperlukan sistem yang lebih efisien dan terintegrasi.

“Dengan metode OOIP, kami berhasil memitigasi persoalan tersebut dengan automasi dan integrasi data,” terang Khafidul Malik, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE OSES.

Aplikasi OOIP merupakan salah satu terobosan teknologi yang sukses mengintegrasikan proses evaluasi rencana pekerjaan sumur minyak dan gas secara otomatis dan efisien dalam bentuk digitalisasi proses.

Baca Juga: Jelajahi Keindahan Pantai di Jalur Pansela, Rekomendasi 6 Destinasi untuk Liburan di Sela Mudik Lebaran

Transformasi tersebut memanfaatkan machine learning untuk automasi evaluasi kinerja sumur-sumur minyak dan gas.

Pada 2021 hingga 2023, lebih dari lima belas persen rencana perbaikan sumur terkendala dilaksanakan.

Evaluasi tim inovator menemukan lima masalah utama, yakni format data transfer data yang tidak seragam, proses evaluasi kandidat sumur yang masih manual, dokumen eksternal yang tidak tersentralisasi, dan koordinasi yang belum efisien termasuk basis data yang belum terintegrasi.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Perkuat Kemandirian Pelaku UMKM Melalui Pelatihan Developing Great Entrepreneur 2025

Pendekatan metode OOIP berbasis automasi ini memungkinkan seluruh divisi bekerja secara sinkron dalam satu platform tool yang sama.

Data yang sebelumnya tersebar kini tersentralisasi dalam satu database dan dapat diakses oleh semua pihak terkait secara live.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini