Kedua tim ini berperan dalam mendampingi Awak Mobil Tangki (AMT) selama bertugas, memantau pengiriman BBM/BBK secara real-time, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan berkendara.
Baca Juga: Pesanan Hampers Meningkat, UMKM Binaan Pertamina Raup Keuntungan di Momen Idulfitri
Tim RTC yang berpusat di Jakarta berkolaborasi erat dengan Tim PKDA yang tersebar di enam wilayah operasional, yaitu:
- Medan (Region Sumatera bagian Utara)
- Palembang (Region Sumatera bagian Selatan)
- Surabaya (Region Jawa, Bali. Nusa, Tenggara)
- Balikpapan (Region Kalimantan)
- Makassar (Region Sulawesi)
- Jayapura (Region Maluku Papua)
Baca Juga: DAMRI Buka Loker Pengemudi, Syarat Pendidikan Minimal SMA/SMK/Sederajat, Daftar Melalui Link Berikut
Dengan sistem ini, Elnusa Petrofin dapat secara cepat mendeteksi potensi kendala operasional dan melakukan intervensi segera guna menjaga kelancaran distribusi energi.
Doni Indrawan, Direktur Utama Elnusa Petrofin, menegaskan bahwa optimalisasi pengawasan yang unggul menjadi elemen krusial dalam menjaga keandalan distribusi BBM/BBK selama periode SATGAS Ramadan Idulfitri 2025.
"Kami memastikan seluruh proses distribusi terpantau secara real-time melalui inovasi sistem pengawasan yang telah diperkuat," katanya.
Dengan teknologi pemantauan berbasis AI dan sistem kontrol terpadu yang tersebar di 6 area operasi, lanjut dia, memungkinkan tim RTC dan PKDA untuk melakukan intervensi cepat jika terjadi potensi gangguan selama pengiriman.
"Keamanan dan kelancaran distribusi adalah prioritas utama kami, terutama di periode menjelang hari raya Idulfitri, di mana peningkatan mobilitas Masyarakat." ujar Doni.
Sebagai bagian dari inovasi keselamatan, Elnusa Petrofin telah mengintegrasikan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) dan GPS Two-Way Communication di Mobil Tangki (MT).
Teknologi ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap berbagai aspek keselamatan berkendara, seperti deteksi kelelahan (fatigue detection), peringatan jika pengemudi mengantuk atau menguap (yawning detection).
Kemudian pemantauan penggunaan sabuk pengaman (seatbelt detection), serta deteksi perilaku berkendara yang tidak aman, seperti pengereman mendadak atau manuver berisiko.
Jika sistem mendeteksi adanya potensi pelanggaran atau risiko keselamatan, Tim RTC dan PKDA dapat langsung melakukan intervensi melalui komunikasi dua arah dengan AMT menggunakan GPS Two-Way Communication.
Artikel Terkait
Berkinerja Solid dan Inovatif, Elnusa Perkuat Ketahanan Energi di Tahun 2024
Elnusa Perkuat Inovasi Bisnis Demi Pertumbuhan Berkelanjutan di Sektor Energi
Laba Bersih Elnusa Tahun 2024 Capai Rp713,67 Miliar, Melonjak 42% YoY
Siramah ELSA, Program CSR Elnusa untuk Perkuat Dukungan pada UMKM
Elnusa Perkuat Komitmen Energi Berkelanjutan dengan Peresmian SPKLU di Graha Elnusa