Volume kendaraan meningkat, kebutuhan energi melonjak, dan pelayanan harus tetap prima.
Namun, di balik semua itu, ada kepuasan batin yang tak ternilai: menjadi bagian dari pengabdian publik saat mayoritas masyarakat menikmati waktu bersama keluarga.
"Lebaran tahun ini saya memang tidak mudik seperti kebanyakan orang, tapi kebersamaan dengan keluarga tetap terasa meski di tengah tugas.
"Suasana hangat bersama rekan-rekan PLN juga jadi penguat.
Baca Juga: Berbagi Kebahagiaan Ramadan, PLN Indonesia Power Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar
"Kami saling menguatkan dan meyakini bahwa yang kami lakukan ini adalah bentuk cinta, keikhlasan dan pengabdian,” ujarnya.
Kisah Estu menjadi potret nyata keberhasilan pengarusutamaan gender di PLN UID Banten.
Bersama para Srikandi PLN lainnya, ia membuktikan bahwa perempuan mampu berperan ganda — baik dalam lingkup domestik maupun profesional — tanpa kehilangan makna dari keduanya.
Baca Juga: PLN Berangkatkan 11.300 Pemudik Melalui Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2025
"Menjaga kelistrikan di tengah masyarakat yang sedang kembali dari kampung halaman bukan sekadar tugas, tapi ibadah.
"Saya ikhlas dan bangga bisa menjalankannya,” tutup Estu penuh semangat.***
Artikel Terkait
Berbagi Kebahagiaan Ramadan, PLN Indonesia Power Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar
Kementerian ESDM dan PLN Pastikan Infrastruktur Kelistrikan saat Puncak Arus Mudik Lebaran dalam Kondisi Prima
Dukung Keberlanjutan Energi Maluku Utara, PLN EPI Pasok 350 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Tidore via Laut
PLN Sukses Suplai Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Salat Id Se-Indonesia, Sejalan dengan Arahan Pemerintah
PLN Siaga di Posko Mudik BUMN 2025, Hadirkan Layanan Optimal bagi Pemudik