Dalam kondisi ketika pasien sudah memasuki fase sistemik, antivenom menjadi satu-satunya cara untuk menetralkan bisa ular di dalam tubuh.
Baca Juga: Ingin Saldo GoPay Gratis dari Telkomsel? Ikutan Giveaway Ini Sekarang Juga!
Jenis serum yang digunakan harus sesuai dengan jenis ular dan toksinnya, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus berdasarkan petunjuk ahli.
Pemahaman ini menjadi hal penting yang ditekankan dalam pelatihan tersebut.
Data dari Indonesia Toxinology Society menunjukkan bahwa Indonesia mengalami sekitar 135.000 kasus gigitan ular setiap tahunnya.
Baca Juga: Solusi Transportasi Pasca Libur Lebaran: JR Connexion DAMRI Siap Antar Kamu ke Kantor dari Pagi Hari
Dari jumlah tersebut, 10 persen berujung pada kematian.
Namun, angka ini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya karena keterbatasan pelaporan di lapangan.
Hal ini menegaskan perlunya pelatihan yang merata dan tepat bagi tenaga medis.
Baca Juga: 5 Pasar Subuh di Kawasan Jabodetabek, Jajanan Tradisional Se-Indonesia Bisa Ditemukan di Sini
drg. Iien Adriany, M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa penanganan gigitan hewan berbisa masih merupakan program baru di wilayahnya.
Ia menyoroti bahwa prosedur penanganan awal di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama masih belum seragam.
“Kegiatan yang diinisiasi Bio Farma ini merupakan momen yang sangat penting."
Baca Juga: Masih Dibuka! Magang di Hutama Karya untuk Mahasiswa Akuntansi, Yuk Daftar Sekarang
"Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan pertolongan pertama kasus gigitan ular berbisa,” ungkapnya dalam sambutan pembuka acara.
Artikel Terkait
Ramadan Berbagi, Ramadan Peduli: Bio Farma Bagikan Santunan Rp2 Miliar
Bio Farma Terima Sertifikat Halal Vaksin BCG dari BPJPH, Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan
Mudik Aman Sampai Tujuan Bersama BUMN 2025: Bio Farma Berangkatkan 600 Pemudik
Bio Farma Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025, Pastikan Perjalanan Lebih Sehat dan Nyaman
Bio Farma Kirim Vaksin Tetanus untuk Personil TNI dan Basarnas, Bantu Misi Kemanusiaan ke Myanmar