Utang Waskita Karya Turun Rp14,7 Triliun, Pemulihan Nyata di 2024

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 29 April 2025 | 19:30 WIB
Rapat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Waskita Karya pada hari ini (29/4) di Gedung Waskita Karya, Jakarta.
Rapat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 Waskita Karya pada hari ini (29/4) di Gedung Waskita Karya, Jakarta.

Kabar BUMN - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada hari ini (29/4).

Dalam rapat tahunan yang bertempat di Gedung Waskita Karya, Jakarta ini, sebanyak tujuh mata acara dibahas.

Beberapa di antaranya fokus membahas Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2024.

Baca Juga: Pertamina Hulu Mahakam Awali Pengeboran Strategis Tahun Ini dari Tajak Sumur Bekapai

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa 2024 menjadi tahun penting dalam upaya pemulihan kinerja perusahaan, baik dari sisi keuangan maupun operasional.

Agenda restrukturisasi jadi perhatian untuk mengembalikan kestabilan bisnis.

Salah satu langkah signifikan yang telah ditempuh adalah tercapainya kesepakatan Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 dengan 22 kreditur perbankan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Account Officer (AO) untuk SMA-S1, Penempatan Bandung & Garut

Nilai outstanding dari restrukturisasi tersebut mencapai Rp31,65 triliun.

"Skema restrukturisasi tersebut telah efektif sejak 17 Oktober 2024. Berkat restrukturisasi yang dijalankan, Perseroan menjadi lebih optimall dalam menata keuangannya," ujar Ermy.

Ia menambahkan, restrukturisasi yang dilakukan pada Obligasi Non-Penjaminan senilai Rp3,35 triliun juga telah mendapatkan persetujuan atas tiga seri obligasi.

Baca Juga: PERURI Tak Tergoyahkan, Raih Peringkat Tertinggi AAA dari Pefindo untuk Kesekian Kalinya

Perseroan, kata dia, berhasil mendapatkan persetujuan restrukturisasi tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).

"Dalam konteks restukturisasi operasional, perusahaan menitikberatkan pada pemulihan kegiatan operasional inti dengan fokus menjadi kontraktor murni.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini