ASDP Layani 207 Rute Perintis, Hadirkan Konektivitas hingga ke Ujung Negeri

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 30 April 2025 | 16:30 WIB
Hingga April 2025, ASDP melayani total 309 lintasan penyeberangan dari barat hingga timur Indonesia. 70 persennya merupakan layanan perintis menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Hingga April 2025, ASDP melayani total 309 lintasan penyeberangan dari barat hingga timur Indonesia. 70 persennya merupakan layanan perintis menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kehadiran ASDP juga sejalan dengan visi pemerintahan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan logistik murah.

Baca Juga: PT Pindad Rayakan Usia ke-42 dengan Fokus pada Transformasi Berkelanjutan

Salah satu wujud nyatanya adalah pengoperasian kapal ternak dan kapal perintis yang menjangkau sentra produksi pangan, memungkinkan distribusi komoditas lebih efisien ke daerah konsumen.

Hal ini menekan disparitas harga, memperlancar suplai bahan pokok, dan menciptakan rantai pasok yang lebih adil dan merata, strategi yang relevan dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Wilayah seperti Sorong, Papua Barat Daya, menjadi contoh konkret bagaimana ASDP membuka akses ke Raja Ampat, destinasi wisata kelas dunia, sekaligus membuka jalur distribusi logistik bagi masyarakat lokal.

Baca Juga: Total Ada 20 Bandara Internasional di Indonesia, 3 Bandara Ini Menjadi Tambahan!

Empat kapal ASDP rutin melayani lintasan tersebut, yakni KMP Arar, KMP Kalabia, KMP Kurisi, KMP Terubuk 1.

Inisiatif lain tampak dalam pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 03 di lintasan Tanjung Uban–Tambelan–Sintete, yang menjadi penghubung strategis antara Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.

Kapal ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menjangkau wilayah yang selama ini terpinggirkan dari arus utama pembangunan.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Avtur Aman untuk Dukung Penerbangan Haji 2025

Transformasi ASDP juga mencakup aspek digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, serta standar keselamatan dan kenyamanan penumpang yang terus diperkuat.

Inovasi layanan berbasis teknologi informasi termasuk integrasi sistem tiket online dan pemantauan jadwal kapal secara real time, kini menjadi tolok ukur pelayanan publik di sektor penyeberangan.

“Kami percaya, pelayanan yang berkualitas adalah bentuk penghormatan terhadap hak mobilitas setiap warga negara.

Baca Juga: Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Bisnis yang Konsisten dan Berkelanjutan

"ASDP tak hanya hadir sebagai operator pelayaran, tetapi juga sebagai pelayan publik yang terus bertumbuh dan bertransformasi demi menghadirkan pengalaman perjalanan laut yang lebih manusiawi dan bermartabat,” lanjut Shelvy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini