Sambut Waisak 2025, InJourney Siapkan Borobudur Jadi Tempat Wisata Spiritual dan Budaya yang Ramah Semua Kalangan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 6 Mei 2025 | 07:30 WIB
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, InJourney berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem pariwisata yang inklusif di Candi Borobudur.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, InJourney berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem pariwisata yang inklusif di Candi Borobudur.

Kabar BUMN – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, terus berkomitmen dalam membangun Candi Borobudur.

Fokus utamanya adalah menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi spiritual kelas dunia yang terbuka dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa Candi Borobudur bukan sekadar situs warisan budaya, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai pusat spiritualitas dunia.

Baca Juga: Izin Diperoleh, Erick Thohir Nyatakan BSI Siap Beroperasi di Arab Saudi

“Candi Borobudur bukan semata hanya warisan budaya, akan tetapi juga merupakan pusat spiritualitas dunia yang inklusif,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, InJourney telah menjalankan berbagai program dan kegiatan.

"Mulai dari penyelenggaraan festival budaya, spiritual tourism, hingga penataan kawasan candi agar lebih ramah pengunjung dan kontemplatif,” tambah Maya.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem? Hindari 5 Jenis Minuman Ini Agar Tubuh Tidak Semakin Dehidrasi

Komitmen InJourney ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memajukan kebudayaan nasional dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan, sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada pertemuan dengan komunitas Buddhis dalam rangka menyambut bulan suci Waisak tahun 2025 yang berlangsung pada Minggu (4/5).

Pertemuan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan dan kebudayaan Buddha seperti Walubi, Permabudi, Buddha Suci, serta akademisi dan budayawan Buddha.

Baca Juga: Liburan Tetap Seru Saat Hujan atau Cuaca Panas, Ini Rekomendasi Wisata Indoor di Malang

Dirut InJourney juga berkesempatan mengikuti dialog yang membahas berbagai inisiatif untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai situs yang inklusif, hidup, dan terus berkembang secara kultural.

“Komitmen ini bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat hari ini dan masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini