RU II Dumai merupakan salah satu unit operasi dengan program dekarbonisasi terbaik tahun 2024, yang telah berhasil menurunkan emisi karbon hingga 217.047 ton CO2 dari berbagai inisiatif seperti optimasi load boiler.
Baca Juga: Setelah ke Candi Borobudur, Habiskan Waktu ke Tempat Wisata Lain di Dekatnya
RU II Dumai juga tengah melakukan study terkait project flare to power, bekerjasama dengan PT Pertamina Power Indonesia (PPI) Subholding Power and New Renewable Energy (PNRE).
Sedangkan, PHR berhasil memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan pengurangan emisi hingga 24 kilo ton CO2 per tahun.
Vice President Sustainability Program, Rating, and Engagement Pertamina, A.A.A. Indira Pratyaksa mengungkapkan, pada Program Jejak Keberlanjutan, Pertamina dapat memonitor realisasi dari berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina Group.
Baca Juga: Hot Deal 5.5: Tiket MotoGP™ 2025 Turun Harga Spesial Sepanjang Mei, Bonusnya Bikin Happy!
“Program Jejak Keberlanjutan ini akan meningkatkan aksi nyata, untuk mendukung tercapainya target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia.
"Sehingga, target dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina tidak hanya berdampak untuk perusahaan, juga memberi kontribusi bagi negara dan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan harmonis,” jelas Indira.
Sepanjang tahun 2025, Pertamina menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 1,6 juta metrik ton CO2.
Target ini naik dibanding target dekarbonisasi tahun 2024 sebesar 1,09 juta metrik ton CO2.
Hingga Januari 2025, Pertamina Group berhasil mengurangi emisi karbon 146.183 metrik ton CO2.***
Artikel Terkait
Menteri ESDM Tinjau Kegiatan Operasional Hulu Migas Pertamina Hulu Mahakam di Kutai Kartenegara
Panen Tak Lagi Tergantung Cuaca, Pertamina Bantu Petani Cilacap dengan Teknologi Tepat Guna
Dukung Indonesia Emas 2045, Begini Peran Aktif Pertamina di Dunia Pendidikan
Pertamina Drilling dan NPS Energy Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kembangkan Teknologi Pengeboran
Pertamina Meriahkan Puncak Perayaan May Day 2025, Menteri Ketenagakerjaan Dorong Kolaborasi Bangun Hubungan Industrial Harmonis