Di Hutan Kojo, ribuan bibit pohon ditanam sebagai penyedia pakan dan ruang hidup.
Baca Juga: PHR Zona Rokan Tebar Semangat Dedikasi Melalui Kegiatan Safari Ramadan Harmoni Merangkai Energi
Sebanyak 2.000 bibit matoa yang disukai oleh lutung, serta 1.000 bibit jengkol yang daunnya dimakan primata ini, ditanam dengan harapan pohon-pohon tersebut akan menjadi bagian penting dari ekosistem mereka.
Langkah serupa dijalankan di Tahura dengan penanaman 1.000 bibit matoa dan 500 bibit jengkol.
Sementara di Pematang Pudu, sebanyak 500 bibit matoa telah ditanam sebagai bagian dari perluasan habitat alami.
Baca Juga: Senyum Warga Merekah, Antusias Sambut Pasar Murah PHR di Bulan Suci Ramadan
“Upaya yang dilakukan PHR ini bukan sekadar seremonial belaka.
"Ini adalah wujud komitmen untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem, memastikan bahwa jejak kaki lutung kokah tetap menghiasi tanah Riau di masa depan,” tegas Iwan.
Meski demikian, jalan konservasi tak selalu mudah.
Baca Juga: Sambut Ramadan, PHR Regional 1 Sumatera Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Fragmentasi habitat akibat alih fungsi lahan terus menjadi ancaman serius.
Hutan yang dulunya menyatu kini terpecah, menyulitkan pergerakan dan perkembangbiakan lutung.
Selain itu, ketersediaan pakan yang semakin menipis memperburuk keadaan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR terus berupaya menyelamatkan spesies ini dengan pendekatan menyeluruh.
Artikel Terkait
Senyum Warga Merekah, Antusias Sambut Pasar Murah PHR di Bulan Suci Ramadan
PHR Zona Rokan Tebar Semangat Dedikasi Melalui Kegiatan Safari Ramadan "Harmoni Merangkai Energi"
PHR Tingkatkan Teknologi OT/SCADA, Produksi Migas Tetap Optimal saat Ramadan
PHR Terus Perkuat Pemeliharaan Jalur Pipa Rokan dengan Teknologi Canggih
Langkah Nyata PHR Jaga Kelestarian Lingkungan di Tengah Kegiatan Operasional