Kabar BUMN – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan bahwa Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai yang berlokasi di Maluku Utara kini telah resmi beroperasi.
Infrastruktur ini digadang-gadang dapat mendongkrak potensi sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah yang berada di garis terdepan dan terluar Indonesia.
Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono telah meresmikan pelabuhan ini sebagai penanda penguatan ekonomi pesisir.
Baca Juga: Bukan Sekadar Alat Bayar, e-Money Mandiri Edisi Bintang Korea Kesayanganmu Ini Wajib Dikoleksi!
Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan laut dan ekonomi berbasis kelautan.
“Pelabuhan perikanan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas nelayan, tetapi juga simbol pertumbuhan ekonomi wilayah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa kehadiran pelabuhan ini akan membawa manfaat besar bagi nelayan lokal dan tradisional.
Baca Juga: Bukan Sekadar Alat Bayar, e-Money Mandiri Edisi Bintang Korea Kesayanganmu Ini Wajib Dikoleksi!
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa pelabuhan SKPT Morotai memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan infrastruktur perikanan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah strategis dan perbatasan.
Salah satu harapan besar dari keberadaan fasilitas ini adalah meningkatnya ekspor hasil laut, khususnya ikan tuna sirip kuning.
Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa sepanjang 2024, produksi tuna sirip kuning dari pelabuhan ini mencapai 1.382 ton, dengan total nilai produksi seluruh ikan di angka Rp65,83 miliar.
Baca Juga: TASPEN Selenggarakan Webinar Cegah Perundungan, Dorong Budaya Kerja Aman dan Inklusif
“Dengan adanya pelabuhan SKPT baru yang dikerjakan oleh Waskita ini serta didukung oleh pembangunan lanjutan yang berupa dermaga dan breakwater, diharapkan total kapal akan meningkat menjadi 175 unit.
"Diharapkan pula peningkatan produksi dapat menembus 39.100 ton per tahun, lalu penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.320 orang,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (7/5/2025).
Artikel Terkait
Waskita Karya Operasikan Fasilitas Pengolahan Gabah Modern untuk Dukung Swasembada Pangan
Waskita Karya Percepat Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Dukung Mobilitas dan Target Nol Emisi
Waskita Karya Bangun Sarana Pendidikan dari SD hingga Universitas di Berbagai Daerah
Waskita Karya Resmi Bangun Gedung Baru DPRD DIY, Sri Sultan: Rumah Demokrasi Masa Depan
Utang Waskita Karya Turun Rp14,7 Triliun, Pemulihan Nyata di 2024