“Pasar Medang di Waisak tahun ini mengajak pengunjung untuk menemukan jejak kearifan lama, hangatnya sapa, aroma rempah, dan cahaya dari hati yang saling menyinari,” ujar penyelenggara.
Waisak juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, melibatkan lebih dari 1.900 pelaku UMKM dan 1.000 tenaga kerja.
Hunian hotel dan homestay di sekitar Borobudur bahkan sudah penuh dua hari menjelang puncak Waisak.
Baca Juga: Rayakan Waisak, InJourney Siap Kawal Kehadiran Puluhan Ribu Umat Buddha di Candi Borobudur
“Secara keseluruhan, diharapkan kehadiran Candi Borobudur dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian daerah dengan melibatkan UMKM setempat untuk mencapai pertumbuhan tahunan lebih dari 4,7%,” kata Febrina.
“Waisak di Borobudur bukan hanya perwujudan nilai-nilai Buddhis dalam praktik kehidupan nyata tetapi menciptakan ruang pertemuan antara spiritual dan aksi sosial, antara sakralitas dan kemanusiaan yang berdampak nyata,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Waisak 2025 di Borobudur: Meski Nonton dari Luar, Rp50 Ribu Cukup Buat Nikmati Keindahan Lampion
Jangan Sampai Gagal Masuk! Ini Aturan Lengkap Festival Lampion Waisak 2025 di Borobudur
Borobudur Siap Gelar Festival Lampion Waisak 2025, Baca Dulu Do’s & Don’ts-nya!
Mengenal Rangkaian Perayaan Waisak di Borobudur, Mulai dari Thudong hingga Pelepasan Lampion
PERURI Dorong UMKM Kuliner Karawang Tembus Pasar Global di Borobudur International Bike Week 2025