Pelatihan Tanggap Bencana di Malasigi, Kolaborasi SKK Migas, PEP Papua, dan Pemkab Sorong

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Mei 2025 | 10:30 WIB
SKK Migas, PEP Papua, dan Pemkab Sorong adakan pelatihan tanggap bencana di Kampung Malasigi, edukasi warga tentang penanganan darurat dan teori segitiga api. (Dok. Pertamina)
SKK Migas, PEP Papua, dan Pemkab Sorong adakan pelatihan tanggap bencana di Kampung Malasigi, edukasi warga tentang penanganan darurat dan teori segitiga api. (Dok. Pertamina)

"Ketika terjadi kebakaran ringan, api dapat dipadamkan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan) sebagai salah satu langkah awal,” ujar Nurhasan.

Baca Juga: Kinerja Moncer BSI, Saham BRIS Melejit Berkat Lonjakan Bisnis Emas dan Digitalisasi

Respon positif datang dari Kepala Kampung Adat Malasigi, Menase Fami, yang menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini di wilayahnya.

“Kami berterima kasih banyak dan senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini menambah pengetahuan dan wawasan terkait kebencanaan, bagaimana menanggulanginya, dan bagaimana cara penggunaan alat pemadam api ringan."

"Semoga kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan,” ungkap Menase.

Baca Juga: Masih Dibuka! Magang 6 Bulan di Peruri untuk Mahasiswa IT & Informatika

Dari sisi perusahaan, Ardi selaku Manager Papua Field menegaskan komitmen PEP Papua dalam menerapkan prinsip environmental, social and governance (ESG) sebagai bagian dari strategi berkelanjutan.

“PEP Papua tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional dari ujung timur Indonesia, namun juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat lokal."

"Menciptakan iklim dan mendorong inovasi, serta mengembangkan sumber daya manusia merupakan salah satu perhatian kami dari aspek sosial."

Baca Juga: 4 Tempat Glamping di Lembang, Bandung Barat, Kesempatan Berada di Alam Terbuka Nan Sejuk dengan Mewah

"Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) no. 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta no. 17 Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan,” terang Ardi.

Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina bertanggung jawab dalam pengelolaan hulu migas di wilayah Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Wilayah ini terdiri dari aset laut (offshore) dan darat (onshore), serta mencakup satu aset hilir yaitu Donggi Senoro LNG.

Baca Juga: Ulang Tahun Telkomsel, Ada Rezeki untuk Pelanggan Setia Lewat Undian Spesial Mei 2025

Adapun zona operasionalnya terbagi dalam empat bagian: Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Kepala Burung, Babar Selaru, Semai). ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini