Proyek ini mencakup delapan gedung dengan total 480 unit, masing-masing terdiri dari 1 unit tiga kamar, dengan satu kamar utama dan dua kamar anak.
Sebelumnya, proyek ini juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi dalam pembangunan dan pengelolaan hunian.
Baca Juga: Jangan Dicuci! Ini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Aman Dikonsumsi
Adjib juga menyampaikan bahwa transformasi digital lewat BIM 5D membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia.
“Program pelatihan dan sertifikasi yang kami jalankan telah melahirkan banyak tenaga ahli BIM yang kini berkontribusi langsung pada proyek-proyek strategis nasional membuktikan pogram unggulan pemerintah berhasil menciptakan link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri."
"Kerja terlaksana, kita jadi bisa, bukan sekadar slogan, melainkan semangat bersama untuk membangun bangsa,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Baca Juga: Bank Mandiri Rilis e-Money One Piece Gear 5, Bisa Dibeli Satu Set Seharga Rp350 Ribu
Ke depannya, Hutama Karya akan terus memperluas penerapan teknologi digital dalam seluruh aktivitas bisnisnya.
Perusahaan meyakini bahwa transformasi digital adalah kunci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan efisiensi.
Dengan berkolaborasi bersama pemerintah, industri, dan masyarakat, Hutama Karya optimis terus bisa memberikan hasil terbaik yang berguna bagi kemajuan Indonesia. ***
Artikel Terkait
Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan, Hutama Karya Garap Dua Proyek RSUD Baru di Tengah dan Timur Indonesia
Gedung Baru Jampidsus Diresmikan, Hutama Karya Hadirkan Inovasi Arsitektur Ramah Lingkungan
Pelabuhan Transhipment di Gorontalo Terus Digarap, Hutama Karya Sebut Progressnya Sudah Capai 65%
Hutama Karya Dorong Peningkatan Ekonomi dan Pendidikan di Sumatera Lewat Program HK Hadir
Hutama Karya Segera Rampungkan Pembangunan Tol SinaksakāSimpang Panei, Akses ke Danau Toba Lebih Cepat