Baca Juga: 6 Tips yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Pegal-pegal dan Kaku Saat Liburan
Mereka melihat langsung kegiatan operasi, penerapan standar keselamatan kerja, dan praktik terbaik yang diterapkan dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas.
Salah satu topik yang menarik perhatian mahasiswa adalah penggunaan metode cyclone untuk efisiensi produksi dan pemisahan fluida.
Gondo Irawan, Senior Manager Pertamina EP Jatibarang Field menyampaikan bahwa metode cyclone dinilai paling efisien untuk kondisi lapangan saat ini, terutama dari sisi pemisahan awal fluida.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Jenis Sapi yang Cocok untuk Kurban saat Idul Adha
“Inovasi ini bagian dari upaya kami mendorong produksi berkelanjutan yang tetap sejalan dengan target emisi rendah dalam mendukung komitmen net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement,” kata Gondo.
Kunjungan ini menjadi wadah sinergi antara dunia akademik dan industri energi dalam merumuskan strategi bersama untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Triwulan I 2025, Produksi Migas PHE Capai 1,04 Juta Barel Setara Minyak per Hari
PHE TEJ Raih Penghargaan K3 Gubernur Jatim Berkat Nol Kecelakaan Kerja Selama Lebih dari 5 Juta Jam
PHE OSES Selamatkan Tiga Nelayan Terombang-ambing di Kepulauan Seribu
Serahkan 20.000 Batang Mangarove, PHE OSES Dukung Aksi Mitigasi Bencana di Pesisir Lampung Timur
Dorong Swasembada Energi Nasional, PHE Pacu Produksi Gas Bumi di Wilayah Indonesia Timur