Hidupkan Lapangan Tua, PEP Bangkitkan Produksi Energi Nasional dengan Target Produksi 213 MBOEPD

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 19 Mei 2025 | 17:30 WIB
Salah satu lapangan lepas pantai di wilayah kerja Pertamina EP. Sepanjang tahun 2024, Pertamina EP berhasil mencatatkan produksi migas mencapai 205,18 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). (Dok. PEP)
Salah satu lapangan lepas pantai di wilayah kerja Pertamina EP. Sepanjang tahun 2024, Pertamina EP berhasil mencatatkan produksi migas mencapai 205,18 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). (Dok. PEP)

Namun, Arifin juga menggarisbawahi sejumlah tantangan krusial.

Baca Juga: PEP Donggi Matindok Paparkan Strategi Budaya Safety Kerja di Forum Internasional Bangkok

Lapangan mature yang mendominasi aset PEP mengalami penurunan produksi alami lebih dari 10% setiap tahun, sehingga membutuhkan perawatan intensif serta biaya tinggi untuk mempertahankan integritas fasilitas.

Di sisi lain, perizinan lahan, terutama pada kawasan hutan dan pertanian, kerap menjadi penghambat dalam aktivitas eksplorasi dan eksploitasi.

“Tanpa dukungan pemerintah untuk mempercepat perizinan, target 2025 berisiko tertunda.

Baca Juga: PEP Sukowati Field Dorong Sekolah Ramah Lingkungan, MI Manbaul Ulum Studi Tiru ke MIN 1 Bojonegoro

"Selain itu, ekspansi eksplorasi lepas pantai dan penerapan teknik pengeboran inovatif juga bergantung pada regulasi yang kondusif,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan itu, PEP mengandalkan modernisasi teknologi, termasuk penerapan teknik pengeboran canggih berbasis digitalisasi.

Komitmen terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) pun diwujudkan melalui berbagai inisiatif penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS).

Baca Juga: PEP Prabumulih Field Sumbang Revenue USD 348 Juta untuk Pertamina

Tahun 2024 juga menandai lahirnya inovasi baru.

Eksplorasi lepas pantai lewat sumur West Beluga di wilayah kerja PEP Donggi Matindok Field menjadi langkah awal pemboran eksplorasi laut dalam di Sulawesi.

Penerapan teknik pengeboran casing dan pemasangan pipa konduktor dengan metode piling terbukti efektif memangkas waktu dan biaya.

Baca Juga: PEP Prabumulih Optimalkan Produksi, Pasokan Gas Domestik Bertambah

“Terobosan ini memungkinkan kami mengoptimalkan proyek di tengah persaingan global,” kata Arifin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini