Dalam kesempatan Business Presentation di ajang IPA CONVEX 2025, Ahmad Burhan Noviaris selaku Manager Bidding and Business Performance Pertamina Drilling menjelaskan bahwa skema IPM memungkinkan penyediaan layanan pengeboran secara menyeluruh.
Penyediaan ini mulai dari drilling fluid, wellhead, surface facilities, hingga tenaga ahli seperti company man dan drilling engineer.
Menurutnya, model ini membawa dampak positif berupa efisiensi dalam pengadaan dan pelaksanaan proyek, integrasi kerja yang lebih baik, serta peningkatan akurasi dan keandalan operasional.
“Dengan pendekatan IDESS dan IPM, kami mampu memberikan fleksibilitas serta efisiensi yang dibutuhkan industri hulu migas saat ini, baik dalam proyek eksplorasi maupun pengembangan lapangan,” ujar Burhan.
Baca Juga: Bikin Melongo! Ini Hadiah-Hadiah Besar di Balik Gelegar PLN Mobile 2025
Bersiap Menyambut Masa Depan Energi
Pertamina Drilling memposisikan dirinya sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi sektor hulu migas nasional.
Dengan kekuatan teknis, inovasi digital, dan komitmen terhadap aspek keberlanjutan, perusahaan ini optimis mampu terus menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. ***
Artikel Terkait
Peringati Harkitnas ke-117, Pertamina Tegaskan Komitmen Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
Dorong Swasembada Energi, Subholding Upstream Pertamina Teken 10 Kontrak Penjualan Gas dalam Rangkaian Transisi Energi Bersih
PLTS Atap Terbesar Pertamina Kini Resmi Beroperasi, Berbasis IoT
Pertamina Dorong Pemenuhan Gas Domestik Lewat Skema Swap Gas, Sesuai Arahan SKK Migas
Presiden Prabowo Kunjungi Booth Pertamina Hulu Energi di Ajang The 49th IPA Convex 2025