Jadi yang Pertama di NTT, Brantas Abipraya Dorong Peningkatan Kesehatan Lewat Pembangunan RSUD Reda Bolo

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 22 Mei 2025 | 17:30 WIB
Brantas Abipraya bangun RSUD Reda Bolo di Sumba Barat Daya, NTT, tingkatkan status jadi tipe C dan perkuat akses layanan kesehatan daerah. (Dok. Brantas Abipraya )
Brantas Abipraya bangun RSUD Reda Bolo di Sumba Barat Daya, NTT, tingkatkan status jadi tipe C dan perkuat akses layanan kesehatan daerah. (Dok. Brantas Abipraya )

Kabar BUMN – Dalam rangka memperluas kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan daerah, PT Brantas Abipraya (Persero) tengah membangun RSUD Reda Bolo yang terletak di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan rumah sakit ini telah dimulai sejak Januari 2025 melalui seremoni peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Bupati Sumba Barat Daya Yohannes Oktovianus, Direktur RSUD Reda Bolo Elfrida Marpaung, serta Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi.

“Pembangunan RSUD ini merupakan wujud peranan aktif Brantas Abipraya menyukseskan program Asta Cita yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo, meningkatkan layanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Baca Juga: PLN Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pemanfaatan Gas Domestik di Ajang IPA Convex 2025

Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini dirancang untuk menjamin masyarakat di wilayah terpencil bisa menikmati layanan kesehatan yang lebih layak dan menyeluruh.

Lebih jauh, pembangunan RSUD Reda Bolo ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo, guna mengangkat status dan kapasitas rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C.

Bangunan RSUD Reda Bolo yang baru ini dirancang seluas 6.565,92 meter persegi dan ditargetkan selesai pada Desember tahun ini.

Baca Juga: Konsorsium PHE, Petronas, dan SK Earthon Teken PSC WK Binaiya di Ajang IPA ke-49

Fasilitas yang tersedia juga akan ditingkatkan dengan pembangunan gedung baru setinggi tiga lantai ditambah satu lantai basement, serta kapasitas hingga 100 tempat tidur.

Setiap lantai memiliki peran berbeda, seperti basement untuk ruang utilitas MEP, lantai pertama untuk admission, poliklinik, radiologi, dan cathlab.

Lantai kedua untuk rawat inap VIP, rawat inap standar, poli, cytotoxic, serta rehab medik, dan lantai ketiga diperuntukkan bagi ICU, PICU, HCU, OK, serta ruang persiapan dan pemulihan.

Brantas Abipraya berharap, pembangunan fasilitas ini bisa meningkatkan standar layanan medis dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat setempat dengan lebih baik. (Dok. Brantas Abipraya )

Baca Juga: Pilih Kambing Lokal untuk Idul Adha? Berikut 4 Jenis Terbaik untuk Dijadikan Sebagai Hewan Kurban

Brantas Abipraya berharap, pembangunan fasilitas ini bisa meningkatkan standar layanan medis dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat setempat dengan lebih baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini