Volume penjualan produk juga menunjukkan pertumbuhan sekitar 4 persen, dari 93 juta KL menjadi 105 juta KL.
Baca Juga: Peringati Harkitnas ke-117, Pertamina Tegaskan Komitmen Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
Sementara itu, produksi listrik Pertamina melonjak hampir dua kali lipat, dari 4.686 GWh pada 2021 menjadi 8.475 GWh di tahun 2024.
Kinerja positif tersebut berkontribusi pada pertumbuhan keuangan perusahaan yang meningkat 9 persen dalam periode 2021 hingga 2024.
“Tahun 2024 ini sifatnya masih memerlukan persetujuan RUPS, insya Allah kita akan membukukan laba bersih sekitar USD3,1 Miliar,” tambah Wiko optimistis.
Baca Juga: Disaksikan Menteri Ketenagakerjaan, Pertamina dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Sama
Kontribusi finansial Pertamina kepada negara juga menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Sepanjang 2024, total kontribusi dalam bentuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 401,8 triliun, meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Melalui berbagai upaya yang terus kami lakukan, Pertamina mampu menunjukkan kinerja yang positif dan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara," pungkas Simon.***
Artikel Terkait
Dorong Swasembada Energi, Subholding Upstream Pertamina Teken 10 Kontrak Penjualan Gas dalam Rangkaian Transisi Energi Bersih
PLTS Atap Terbesar Pertamina Kini Resmi Beroperasi, Berbasis IoT
Pertamina Dorong Pemenuhan Gas Domestik Lewat Skema Swap Gas, Sesuai Arahan SKK Migas
Presiden Prabowo Kunjungi Booth Pertamina Hulu Energi di Ajang The 49th IPA Convex 2025
Pertamina Drilling Tingkatkan Layanan Terpadu untuk Dukung Transisi Energi Nasional