PEP Bunyu Ajak Pelajar Jadi Agen Perubahan Lingkungan Lewat BEYG 2025 di Kalimantan Utara

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 10:20 WIB
PEP gelar Bunyu Environment Youth Gathering (BEYG) 2025 di SMK Negeri 1 Bunyu, Kalimantan Utara, pada Kamis (15/5) lalu. (Dok. PEP)
PEP gelar Bunyu Environment Youth Gathering (BEYG) 2025 di SMK Negeri 1 Bunyu, Kalimantan Utara, pada Kamis (15/5) lalu. (Dok. PEP)

"Kami meyakini bahwa transformasi lingkungan yang berkelanjutan memerlukan kontribusi nyata dari generasi muda,” ujar Nurhadi Muslim.

Baca Juga: PEP Donggi Matindok Paparkan Strategi Budaya Safety Kerja di Forum Internasional Bangkok

Kepala SMK Negeri 1 Bunyu, Kokom Komariyah, turut mengapresiasi kegiatan ini.

Ia menyebut bahwa BEYG 2025 mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.

“Siswa tidak hanya mendapat pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga diajak berpikir kritis dan bertindak nyata.

Baca Juga: PEP Sukowati Field Dorong Sekolah Ramah Lingkungan, MI Manbaul Ulum Studi Tiru ke MIN 1 Bojonegoro

"Ini selaras dengan nilai-nilai karakter dalam P5. Terima kasih kepada PT Pertamina EP Bunyu Field atas kolaborasi yang luar biasa,” ungkapnya.

Sesi lanjutan menghadirkan Suprapto dan M. Tigo Gunawan dari tim teknis konservasi mangrove PEP Bunyu Field.

Mereka menekankan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove sebagai benteng pesisir yang mampu meredam abrasi, menjadi habitat keanekaragaman hayati, serta mendukung mitigasi perubahan iklim berkat kemampuan menyerap karbon yang tinggi.

Baca Juga: PEP Prabumulih Field Sumbang Revenue USD 348 Juta untuk Pertamina

Peserta juga dikenalkan pada berbagai jenis mangrove di Pulau Bunyu dan dibekali keterampilan teknis mengenai proses pembibitan mangrove.

Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran praktis dan keterlibatan langsung pelajar dalam konservasi berkelanjutan.

Semangat pelajar terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Salah satu siswa, Rina dari kelas XI, mengajukan pertanyaan tentang langkah konkret menanam mangrove di sekolah dan mengajak komunitas sekitar untuk terlibat.

Baca Juga: PEP Prabumulih Optimalkan Produksi, Pasokan Gas Domestik Bertambah

Pertanyaan lain dari siswa mencakup praktik pengelolaan sampah di sekolah hingga tantangan pelestarian mangrove di Bunyu. Diskusi berlangsung hangat dan edukatif, didukung oleh narasumber yang responsif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini