PLN Bangun Kemandirian Ekonomi Pesisir Nusa Lembongan Melalui Rumput Laut

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:00 WIB
Melalui program TJSL Desa Berdaya Rumput Laut, PLN mendorong transformasi ekonomi dan lingkungan di Desa Jungut Batu. (Dok. PLN)
Melalui program TJSL Desa Berdaya Rumput Laut, PLN mendorong transformasi ekonomi dan lingkungan di Desa Jungut Batu. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Suasana pagi di pesisir Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Bali, tak lagi hanya dihiasi debur ombak dan cahaya matahari yang perlahan menanjak dari ufuk timur.

Kini, riuh rendah aktivitas para petani rumput laut ikut menandai awal babak baru di desa eksotik ini.

Untuk pertama kalinya, mereka memanen hasil budidaya dalam program pemberdayaan yang menjadi titik balik harapan: Desa Berdaya Rumput Laut.

Baca Juga: Dukung Transisi Energi, Pertamina Hulu Indonesia Teken Dua Kontrak Penjualan Gas dengan PLN di Ajang IPA 2025

Desa wisata yang dikenal dengan ketenangan dan keindahan alamnya ini menyimpan potensi besar di balik perairannya—rumput laut.

Potensi tersebut kini dikembangkan secara masif melalui inisiatif pemberdayaan masyarakat pesisir yang digagas PT PLN (Persero) bersama Yayasan Jaga Alam Sejahtera.

Program ini resmi diluncurkan pada Selasa (20/5), sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang melibatkan langsung kelompok petani lokal.

Baca Juga: Diumumkan Bulan Desember! Tukar Poin di PLN Mobile dan Menangkan Smart TV hingga Mobil Listrik

Ketua Harian Yayasan Jaga Alam Sejahtera, Mayuni, menyampaikan optimisme besar terhadap program ini.

"Komponen program ini mencakup pelatihan, pendampingan, inovasi budidaya, hingga pemasaran.

"Dengan dukungan fasilitas seperti bank bibit unggul dan teknologi pengering, kami optimis program ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat," katanya.

Baca Juga: PLN Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pemanfaatan Gas Domestik di Ajang IPA Convex 2025

Apresiasi datang dari Kementerian BUMN. Deputi Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi, Tedi Bharata, menilai rumput laut sebagai komoditas strategis yang bisa dikembangkan lebih jauh.

"Saya melihat bagaimana lingkungan berjaya dengan rumput lautnya. Para petani mulai beralih dari cara tradisional ke metode yang lebih modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini