Majuri, petani yang lahannya digunakan dalam kegiatan panen raya, menyampaikan kepuasannya bertani secara organik.
“Hasil panen hari ini cukup lumayan, hasilnya kalau dikonversi ke hektar dapat rata-rata 6,5 ton per hektarnya,” jelasnya.
Field Manager PEP Sukowati, Arif Rahman Hakim, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan untuk mendorong ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami berharap kolaborasi ini semakin erat dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan intensif dalam mendukung keberhasilan program.
“Kami menyiapkan pendamping yang kompeten di bidang pertanian organik yang setiap harinya mendampingi petani untuk belajar dari awal sampai petani panen,” tambah Arif.
Lebih dari sekadar inisiatif lokal, program ini juga turut mendukung pencapaian agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).***
Artikel Terkait
Peringati Hari Bumi, Pertamina EP Donggi Matindok Gandeng Masyarakat Adat Togong-Tanga Jaga Kelestarian Hutan di Banggai
Pertamina EP Donggi Matindok Field dan JOB Tomori Raih Apresiasi Gubernur Sulteng atas Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pertamina EP Donggi Matindok Tingkatkan Edukasi Migas Lewat "Pertamina Goes to Campus" di Untika Luwuk
Pertamina EP Subang Field Nyalakan Harapan Pendidikan Lingkungan, 1.600 Sekolah Terinspirasi
Pertamina EP Cepu Sambangi Kodam V Brawijaya, Pererat Sinergi untuk Dukung Asta Cita