”Kami berharap semua pihak dapat terus menjaga momentum positif ini demi pemenuhan target kebutuhan energi nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Peluang Karier di Anak Usaha Garuda Indonesia: Daftar Lowongan Internal Audit untuk S1
Sementara itu, Direktur Utama PHI Sunaryanto menyampaikan, keberhasilan dua proyek ini merupakan buah strategi pengelolaan sumber daya migas yang terintegrasi.
Menurutnya, percepatan proyek-proyek strategis seperti SNB AOI dan Manpatu akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan cadangan dan produksi migas nasional.
“Kedua proyek ini adalah bentuk nyata dari komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dan menjawab tantangan energi masa depan dengan mengutamakan aspek keberlanjutan, teknologi, dan sinergi antar lini bisnis,” ujarnya.
Baca Juga: Rahasia Mengolah Daging Kurban Jadi Sate yang Empuk dan Lezat, Dijamin Anti Alot!
Proyek SNB AOI merupakan proyek pengembangan lapangan lepas pantai (offshore) Sisi Nubi, 25 km lepas pantai dari Delta Mahakam di Kalimantan Timur, dengan kedalaman air mencapai 60-80 meter.
Proyek ini merupakan proyek penting untuk meningkatkan produksi gas dan minyak (kondensat) dengan kapasitas desain rata-rata 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) per platform.
Tahap pengeboran rencananya dilaksanakan pada semester II 2025 dengan target onstream pada kuartal IV 2025.
General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengatakan, PHM berkomitmen untuk senantiasa menjalankan operasi migas yang selamat, efektif, unggul dan ramah lingkungan sehingga terus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional secara signifikan dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, PHM terus berinvestasi dalam kegiatan pengeboran eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan migas untuk menemukan sumber daya baru serta mempertahankan tingkat produksi.
Strategi tersebut sekaligus mendukung amanat Asta Cita Pemerintah Indonesia demi terwujudnya swasembada energi.
Baca Juga: Pantai Poganda, Tempat Wisata Andalan Banggai Kepulauan yang Punya Pesona Memikat
“Kami menerapkan praktik-praktik terbaik untuk mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah agar dapat mendukung tercapainya ketahanan energi Indonesia,” tutur Setyo.
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Mahakam Berkomitmen dalam Pelestarian Orangutan Kalimantan
Inspiratif! Local Hero Wasteco Binaan Pertamina Hulu Mahakam Sabet Penghargaan Bergengsi
Wasteco Diakui, CSR Pertamina Hulu Mahakam Dapat Pujian dari Menteri Lingkungan Hidup
Pertamina Hulu Mahakam Awali Pengeboran Strategis Tahun Ini dari Tajak Sumur Bekapai
Menteri ESDM Tinjau Kegiatan Operasional Hulu Migas Pertamina Hulu Mahakam di Kutai Kartenegara