Ridwan menyampaikan bahwa tahun ini PEP DMF menerapkan pendekatan berkelanjutan dalam program konservasi yang lebih spesifik dan terukur.
Baca Juga: Liburan Sekolah Lebih Hemat Naik Kereta Api, Ada Promo Diskon 20% dari KAI
“Langkah ini mencerminkan evolusi strategi konservasi yang lebih adaptif dan selaras dengan kebijakan nasional, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati laut Indonesia,” imbuh Ridwan.
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina sendiri merupakan pengelola sektor hulu migas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku hingga Papua, mencakup aset onshore dan offshore.
Wilayah operasinya mencakup Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Kepala Burung, Babar Selaru, Semai), termasuk satu aset hilir yaitu Donggi Senoro LNG. ***
Artikel Terkait
Hidupkan Lapangan Tua, PEP Bangkitkan Produksi Energi Nasional dengan Target Produksi 213 MBOEPD
PEP Bunyu Ajak Pelajar Jadi Agen Perubahan Lingkungan Lewat BEYG 2025 di Kalimantan Utara
Penanaman 2.600 Bibit Pohon oleh SKK Migas dan PEP Donggi Matindok untuk Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Produksi Minyak PEP Adera Field Melesat 222% Berkat Temuan Sumur BNG-067 di North West Benuang
Eksplorasi BIT-001 Dimulai dengan Upacara Adat, SKK Migas–PEP Papua Hadir Langsung