Perum BULOG juga memastikan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg, sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah.
Baca Juga: TINS Green Garden Foresttree Jadi Taman Hijau Favorit Warga Pangkalpinang, Dikelola PT Timah!
“Kami optimis dengan komitmen seluruh pihak, produktivitas dan kesejahteraan petani akan terus meningkat, yang pada akhirnya mendorong ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tegasnya.
Setelah kegiatan di Mojokerto, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sentra Pengolahan Beras (Rice to Rice/RTR) dan Gudang Perum BULOG di Banjar Kemantren, Kabupaten Sidoarjo.
Di sana, Febby Novita menjelaskan proses pengolahan beras di RTR mulai dari intake beras, proses penggilingan, hingga packaging.
Kehadiran RTR menjadi bukti nyata modernisasi dalam dunia pertanian.
Wamen BUMN juga meninjau langsung stok Cadangan Beras Pemerintah yang disimpan di Gudang BULOG Sidoarjo sebagai bentuk kesiapan dalam menjamin ketersediaan pangan nasional.***
Artikel Terkait
Kata Pakar Soal Prestasi BULOG Capai Serapan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah: Kado Istimewa untuk Indonesia
58 Tahun Mengabdi, Bulog Diapresiasi sebagai Pilar Swasembada Pangan oleh Peneliti UI
Bulog Jadi Pilar Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Rektor IPB Beri Apresiasi di HUT ke-58
BULOG Hadapi Lonjakan Stok Beras di Gudang, Kualitas Tetap Prioritas
Serapan Beras Tembus Setengah Juta Ton, BULOG Jatim Jadi Kontributor Tertinggi Nasional