Panen Perdana Melon Golden, Bukti Program TJSL Pertamina Hulu Kalimantan Timur Beri Dampak Nyata

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 4 Juni 2025 | 12:30 WIB
Panen Raya Melon Golden Semiorganik di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 21 Mei 2025.
Panen Raya Melon Golden Semiorganik di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 21 Mei 2025.

Pendekatan dari program ini mengedepankan prinsip pertanian ramah lingkungan dan efisiensi biaya yang menjadikannya sebagai solusi terukur guna meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Petani Lewat Program Agripreneur Tebu

Meski belum sepenuhnya organik karena tantangan iklim, terutama curah hujan yang relatif tinggi, inisiatif ini merupakan langkah awal yang menjanjikan untuk menuju praktik agrikultur yang lebih berdaya tahan dan berkelanjutan.

Kapolsek Marangkayu, Iptu Muhammad Risal, menyampaikan rasa syukurnya atas berlangsungnya panen raya melon di Desa Sebuntal tersebut.

“Harapan kami, program seperti ini bisa direplikasi di desa-desa lain yang mendapat dukungan CSR dari PT PHKT, dengan hasil yang lebih baik dan lebih melimpah, sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Menelusuri Misteri Bukit Fatukopa: Tempat Sakral dengan Bentuk Mirip Perahu di NTT

Sementara itu, Pjs Superintendent Production Movement Santan Terminal, Anton Soetikno, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan petani lokal.

"Panen ini bukan hanya hasil dari lahan, tapi juga buah dari semangat gotong royong dan inovasi. Kami di PHKT percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal energi, tapi juga tentang membangun masyarakat yang mandiri dan sehat.

"Melihat masyarakat Sebuntal berhasil menerapkan pelatihan Jakaba dan Biosaka, kami yakin kolaborasi seperti ini patut terus dijaga dan dikembangkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Liburan Iduladha Lebih Seru dan Irit dengan Promo Spesial dari DAMRI, Ada Diskon Apa ya?

Selain panen simbolis, rangkaian acara juga mencakup tur kebun edukatif, sesi diskusi interaktif seputar pertanian organik, dan bazar produk pertanian lokal.

Kegiatan ini mencerminkan potensi pertanian sebagai fondasi kemandirian desa, terutama ketika didorong oleh inovasi dan kolaborasi lintas sektor.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini