Berdasarkan perkiraan, proyek SSF ini diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan berupa tambahan cadangan minyak di PHR.
Dan lebih dari sekadar angka produksi, inisiatif ini juga mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan formulasi dan pemanfaatan teknologi blending yang sepenuhnya berasal dari dalam negeri.
Proyek SSF ini adalah bukti nyata komitmen PHR dalam mengimplementasikan teknologi inovatif yang efisien dan berdampak langsung pada peningkatan produksi migas.
Baca Juga: Tips Liburan Hemat Saat Dompet Menipis, Tetap Seru Tanpa Harus Boros!
"Kolaborasi dengan entitas Pertamina lainnya memastikan kita mampu memanfaatkan keahlian terbaik untuk mencapai target-target produksi migas. Ini adalah usaha kita untuk recovery minyak di reservoar Zona Rokan,” kata GM Zona Rokan, Andre Wijanarko.
Lebih lanjut, proyek SSF tersebut memanfaatkan formulasi surfaktan dan blending yang dibangun oleh internal Pertamina Technology Innovation dan juga PHR sendiri bekerjasama dengan anak Perusahaan Pertamina, PT Elnusa Tbk. dan PT Pertamina Lubricants.
Formula surfaktan ini tidak hanya memenuhi kriteria teknis khusus yang dibutuhkan untuk SSF, tetapi juga sejalan dengan visi besar Pertamina untuk mendorong kemandirian teknologi dan industri hulu migas di Indonesia.
Baca Juga: Danpussenif Tinjau Produk Strategis PT Pindad dan Dorong Kolaborasi untuk Pertahanan Nasional
Implementasi Proyek SSF telah menunjukkan kemajuan yang positif yakni BLSO 075 yang merupakan injeksi pertama di sumur injeksi BL075 telah diselesaikan dengan selamat dan sesuai rencana pada 19-30 Maret 2024.
Kemudian BLSO 330, injeksi kedua di sumur injeksi BL330 telah dimulai pada 28 Mei 2025 dan direncanakan berlangsung sampai 3 Juni 2025.
Selanjutnya BLSO 353 injeksi ketiga di sumur injeksi BL353 direncanakan berlangsung pada akhir Juni-2025.
Melalui proyek SSF, PHR terus menerapkan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan produksi di sektor hulu migas.
Dalam implementasi teknologi baru ini, Pertamina senantiasa berkoordinasi aktif dengan SKK Migas, termasuk dalam pembahasan regulasi yang mendukung keberlanjutan kegiatan SSF pada tahap-tahap berikutnya.
PHR berencana untuk melanjutkan pengembangan SSF dengan potensi lebih dari 20 sumur injeksi (patterns) di Lapangan Balam South.
Artikel Terkait
PHR Teken Tiga Kontrak Penjualan Gas Senilai Rp2,8 Triliun di Ajang IPA Convex 2025
Waspada Penipuan! PHR Tidak Membuka Lowongan Kerja Melalui Media Sosial
PHR Pacu 386 Sumur Siap Konstruksi, Dorong Produksi Migas Nasional dari Blok Rokan
PHR Kembali Buka Program Magang untuk Lulusan Muda Riau, Siapkan 81 Posisi di Riau dan Jakarta
PHR Gandeng Jamintel Kejaksaan Agung RI Tangani Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak di Wilayah Kerja Sumatra