PTPN IV Regional III Raih Juara Dua dalam Ajang Bergengsi Investasi Industri Hilir Riau

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Juni 2025 | 09:30 WIB
PTPN IV Regional III raih juara dua berkat proyek biogas limbah sawit, dukung hilirisasi hijau dan UMKM, serta dapat sertifikat pengurangan emisi.   (Dok. PTPN)
PTPN IV Regional III raih juara dua berkat proyek biogas limbah sawit, dukung hilirisasi hijau dan UMKM, serta dapat sertifikat pengurangan emisi. (Dok. PTPN)

“Insya Allah kami siap mendukung UMKM Pupuk Organik Riau Jaya Perdana melalui program TJSL. Berdasarkan hasil komunikasi yang dijembatani Pemprov Riau, kita siap membantu pengadaan mesin untuk memperkuat operasional dan pendapatan lebih optimal,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Ini Terakhir! Tukar Poin Telkomselmu untuk Peluang Menang Motor hingga Smartphone

Fasilitas PTBg Sei Tapung yang menjadi andalan dalam program hilirisasi ini memiliki nilai PMDN sebesar Rp15,2 miliar. Investasi tersebut sejalan dengan upaya dekarbonisasi menuju target net zero emission 2060.

Instalasi ini mampu memproduksi biogas hingga 500 Nm³ per jam dan berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 37.256 ton CO₂eq per tahun.

PTPN IV Regional III berhasil menembus persaingan ketat dengan ratusan perusahaan lainnya dalam ajang penghargaan ini.

Baca Juga: Magang Akuntansi di PTPN III Medan: Peluang Berharga untuk Mahasiswa Ekonomi dan Keuangan

Mereka melalui berbagai tahap seleksi dan penilaian yang ketat sejak awal tahun, termasuk wawancara mendalam terkait dampak sosial dan lingkungan dari proyek PTBg Sei Tapung.

Dalam kesempatan itu, Gusmar juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras, termasuk Project Manager Officer (PMO) Regional III, Masrukin. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi dan kerja tim yang solid.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PTPN IV Regional III terus mengembangkan investasi pada energi terbarukan dengan total enam instalasi biogas yang dimanfaatkan untuk co-firing maupun pembangkit listrik.

Baca Juga: PNM Ajak Nasabah Unggulan Belajar Inovasi Olahan Pisang Lewat Studi Banding di Lampung

Salah satu instalasi di Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, bahkan baru saja meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang pertama kali diraih oleh industri sawit nasional.

Dengan diperolehnya sertifikasi ini, perusahaan memiliki peluang meraih pendapatan tambahan dari penjualan kredit karbon serta meningkatkan posisi strategisnya sebagai pelaku usaha berkelanjutan.

Gusmar menegaskan bahwa akselerasi hilirisasi yang mendukung dekarbonisasi di sektor perkebunan akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari pembangunan industri yang ramah lingkungan. ***

Add as a preferred source on Google
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler