Di Kabupaten Manggarai Barat, pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Ketua PKK Ibu Maria Falentina Meli, Kepala Dinas Kesehatan Bapak Adrianus Ojo, Kepala Telkom Labuan Bajo Natris Humris, perwakilan Yayasan Sundelion Rizkiana Putri, dan juga jajaran Puskesmas Batu Cermin.
Baca Juga: Bertemu Chen Zheyuan di Jakarta? Ini Cara Ikut Event Eksklusif dari iQIYI Indonesia dan Telkomsel
Pelaksanaan program di wilayah Senaru, Pamekasan, dan Makassar menunjukkan respons positif dari masyarakat.
Di lokasi tersebut, kader tidak hanya menjalankan fungsi pemantauan gizi, tetapi juga menjadi agen edukasi yang menyuarakan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi pertumbuhan optimal anak-anak.
“Kami tinggal di kaki gunung, kadang akses ke puskesmas susah. Dengan adanya program ini, kader sering datang membawa makanan sehat dan memeriksa perkembangan anak saya. Saya juga diajari cara memasak dari bahan yang ada di kebun sendiri,” ujar warga Desa Senaru, NTB Liana Sari.
Baca Juga: WIKA Perkuat Konektivitas Inti Pusat Pemerintahan IKN Lewat Proyek Jalan Rp426 M
SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom dalam memperbesar dampak sosial melalui transformasi digital yang menyentuh akar permasalahan bangsa.
“Kami percaya bahwa digitalisasi harus mampu menjangkau akar permasalahan sosial, termasuk isu stunting yang sangat krusial."
"Melalui Stuntinghub, kami tidak hanya menghadirkan solusi berbasis teknologi, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku utama perubahan."
Baca Juga: Pertamina EP Tegaskan Komitmen Operasional dan Transformasi Lewat RUPST 2024
"Inisiatif ini selaras dengan upaya Telkom dalam mendukung pencapaian SDGs dan mendorong masyarakat yang mampu membawa dampak nyata bagi lingkungannya,” ungkap Hery.
Telkom memperkuat perannya sebagai katalisator perubahan sosial melalui integrasi data dan teknologi yang selaras dengan partisipasi aktif masyarakat.
Pendekatan jangka panjang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan anak-anak, sekaligus menjadi kontribusi langsung dalam mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin 2 (Tanpa Kelaparan) dan poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), untuk membangun generasi masa depan yang sehat dan kuat. ***
Artikel Terkait
Lindungi Keanekaragaman Laut, Telkom Lepas 200 Tukik di Kapoposang
Iduladha 1446 H, Telkom Salurkan 946 Hewan Kurban ke Penjuru Indonesia
Siap Magang dan Punya Skill Coding? Coba Kesempatan Fullstack Developer di Telkom Indonesia!
Telkom Buka Kembali Digistar Class Intern Batch 3 untuk Mahasiswa Aktif
Telkom Mantapkan Langkah sebagai Penggerak Ekosistem Digital Kelas Dunia