“Ini semakin memperkuat posisi Subholding Gas Pertamina sebagai pemain kunci dalam mewujudkan infrastruktur gas yang terintegrasi dan agregasi gas bumi di Indonesia.”
Baca Juga: PHR Bukukan Prestasi GCG Cemerlang 2024, Wujudkan Komitmen Berkelanjutan
PIPES 2025 menghadirkan dua sesi plenary yang membahas isu-isu penting di sektor energi.
Dialog terbuka ini mencakup pembahasan tentang penyelarasan regulasi energi hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kedaulatan energi nasional, sekaligus mendorong transformasi digital serta penguatan infrastruktur gas bumi berkelanjutan.
Sesi plenary pertama bertema “Harmonizing Energy Regulations” menghadirkan sejumlah regulator seperti Ditjen Migas, BPH Migas, Lemigas, SKK Migas serta PGN. Diskusi ini berfokus pada pentingnya harmonisasi kebijakan energi untuk membangun kemandirian dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Hotel Aesthetic & Kekinian di Yogyakarta, Harganya Juga Ramah di Kantong
Sesi kedua bertajuk “Balancing Market Needs and Strengthening National Energy Sovereignty” menghadirkan mitra bisnis strategis Pertagas, seperti PT INALUM, Mubadala Energi, HCML, PT KITB, dan Direktur Utama Pertamina Gas.
Dalam forum ini dibahas pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kepentingan nasional, terutama dalam memperkuat pasokan energi domestik dengan dukungan kebijakan yang progresif. ***
Artikel Terkait
Tangkal Banjir Musiman, Pertamina EP Sangasanga dan Masyarakat Lakukan Normalisasi Drainase
Program Desa Energi Berdikari Pertamina Raih Penghargaan Internasional di Energy Asia Awards 2025
Pertamina Gelar Anugerah Jurnalistik 2025 di 10 Wilayah, Jangkau Aceh hingga Papua
Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Sragen, Pertamina dan Seruni Jadi Penggeraknya
Pertamina EP Tegaskan Komitmen Operasional dan Transformasi Lewat RUPST 2024