Ermy melanjutkan, Perseroan hanya membutuhkan waktu 11 bulan, berkat penerapan Building Automation System (BAS), guna mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP).
Nilai sejarah terlihat pula pada Masjid Sheikh Zayed Solo yang menjadi replika dari Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga: Targetkan Penurunan Emisi 21,4% pada 2030, MIND ID Jabarkan Sejumlah Langkah Konkret
Hanya saja, bangunan yang dapat menampung sampai 10 ribu jemaah ini tetap diberikan sentuhan khas Kota Solo seperti penggunaan motif batik kawung pada lantai dan pilar-pilar masjid.
“Keempat masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap, pada peringatan Tahun Baru Islam tahun ini, dapat menjadi momentum muhasabah dan beribadah yang lebih khusyuk bagi seluruh umat Muslim," tuturnya.***
Artikel Terkait
Waskita Karya Dapat Kepercayaan Garap Proyek Bandara Internasional di Timor Leste
Waskita Karya Bangun Jembatan Satwa di Tol IKN, Wujud Kepedulian terhadap Ekosistem Kalimantan
Ada Andil Waskita Karya, Mataf Masjidil Haram Kini Mampu Tampung 105 Ribu Jemaah Usai Direnovasi
Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp396,6 Miliar untuk Proyek Jalan di IKN
Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp1,4 Triliun, Selektif Pilih Proyek