Menariknya, meskipun masih dalam tahap awal operasional, seluruh proses pengeboran berjalan tanpa hambatan, tanpa mencatat adanya non-productive time (NPT).
Baca Juga: Management Walkthrough Dirut Pertamina Drilling di Blora: Tekankan Keselamatan di Rig
Hal ini berkat keterlibatan langsung tim manufaktur dan engineering dalam mendampingi pengoperasian awal serta optimalnya proses transfer knowledge.
“Rig ini kami harapkan menjadi tambahan kekuatan dalam operasi pengeboran dan bisa langsung produktif tanpa hambatan teknis,” tambah Avep.
Lebih lanjut, Avep menekankan bahwa keberadaan dua rig baru ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasional serta mendukung pencapaian target produksi nasional.
Baca Juga: Pertamina Drilling Rayakan Ulang Tahun ke-17 dengan Komitmen Inovasi Berkelanjutan
“Kami terus berinvestasi pada teknologi dan peralatan kerja terbaik.
"Kehadiran Rig PDSI #55.2/XJ550M dan Rig PDSI #56.2/XJ550M di Zona 7 ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan operasi yang terus meningkat, sekaligus bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Dengan penambahan armada rig tersebut, Pertamina Drilling optimistis mampu memperkuat layanan workover dan well service, sekaligus mempercepat pencapaian target produksi migas di blok-blok strategis nasional.***
Artikel Terkait
Pertamina Drilling Perkuat Komitmen Keberlanjutan dalam Forum Teknis Panas Bumi
Upcycle ala Pertamina Drilling: Seragam Bekas Jadi Produk Bergaya Lewat GUD X UBUKI
Pertamina Drilling Selenggarakan Uji Emisi Kendaraan dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup 2025
Pertamina Drilling Rayakan Hari Lingkungan Hidup 2025 Lewat “Sustainability Talk”
Rig Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran 7 Sumur di Banyu Urip Lebih Cepat, Bukti Kemandirian Energi Nasional