Hijaukan Habitat Gajah, Pertamina EP Tanam 1.250 Pohon di Musi Rawas

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:30 WIB
Komitmen pelestarian lingkungan terus berjalan. Pertamina EP menanam ribuan pohon demi menjaga habitat gajah dan memperkuat keanekaragaman hayati.
Komitmen pelestarian lingkungan terus berjalan. Pertamina EP menanam ribuan pohon demi menjaga habitat gajah dan memperkuat keanekaragaman hayati.

Kabar BUMN - PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field, bagian dari Regional Sumatra Subholding Upstream Pertamina, kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Pada Rabu (25/6/2025) lalu, perusahaan menanam sebanyak 1.250 pohon di kawasan Lintas Jalur Gajah, Desa Ciptodadi, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus implementasi Biodiversity Action Plan yang menjadi prioritas perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Khasiat Belimbing Wuluh, Si Asam Segar yang Punya Segudang Manfaat untuk Tubuh

Aksi penghijauan tersebut menggandeng sejumlah pihak, seperti PT Musi Hutan Persada (MHP), Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (PDLUK KLH), DLH Provinsi Sumatera Selatan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan.

Sebelumnya, PEP telah melakukan penanaman 310 pohon di Adera Field pada 19 Juni 2025.

Program ini akan berlanjut dengan penanaman 1.000 pohon di Limau Field yang dijadwalkan pada Juli 2025.

Baca Juga: Bank Mandiri Tawarkan Penukaran Livin’poin Spesial untuk Samsung Galaxy S25 Edge, Cuma Butuh Segini!

“Penanaman pohon di kawasan Lintas Jalur Gajah merupakan rangkaian dari peringatan hari lingkungan hidup di seluruh field PEP. Salah satu pertimbangan dalam memilih program ini adalah terancamnya spesies gajah.

"Semoga restorasi habitat gajah yang sedang diupayakan ini, akan mampu memberikan kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto.

Yusmono, Kepala SKW II – BKSDA menjelaskan bahwa kondisi Gajah Sumatera saat ini sangat memprihatinkan, hal ini disebabkan banyak perusakan yang mengakibatkan penurunan populasi gajah.

Baca Juga: Tiket Santai Dufan, Cara Hemat Liburan Seru Tanpa Buru-Buru!

Oleh karena itu, kata dia, kita harus meningkatkan perhatian untuk perlindungan gajah, karena jika perusakan terus terjadi dapat menimbulkan konflik antara gajah dan manusia.

Sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab, Pertamina melaksanakan berbagai program mitigasi dan konservasi untuk meminimalisir potensi konflik tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini