Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran bendungan yang dibangun oleh perusahaan ini diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian dan taraf hidup petani.
Baca Juga: Festival Balon Udara Wonosobo 2025: Tiket Presale Sudah Tersedia!
Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan saat ini adalah Bendungan Mbay di kawasan timur Indonesia yang diyakini akan memperkuat infrastruktur wilayah tersebut.
Pemerintah menilai proyek bendungan ini memiliki peran strategis dalam mendongkrak produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air baku, dan membuka akses pemanfaatan energi terbarukan."
"Bendungan tersebut mampu menampung hingga 51 juta meter kubik air, yang akan digunakan untuk mengairi sekitar 4.200 hektare lahan pertanian di Kabupaten Ngagekeo, dengan potensi perluasan hingga 1.900 hektare.
Baca Juga: Kantor Baru Danantara Diresmikan, Waskita Karya Jadi Aktor di Balik Layar
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Mbay ditargetkan menghasilkan air baku sebesar 0,21 m³/detik dan menyuplai irigasi untuk total 5.928 hektare lahan.
Selain itu, Brantas Abipraya juga tengah merampungkan pembangunan Bendungan Jragung yang memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik.
Bendungan ini akan menjadi sumber utama air baku untuk Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.
Baca Juga: PT Surveyor Indonesia Bina Literasi Digital Lewat Program Lakoling di Wilayah 3T
Dian Sovana menjelaskan, bendungan Jragung akan menyuplai air baku sebesar 500 liter per detik ke Kota Semarang, serta masing-masing 250 liter per detik untuk Kabupaten Grobogan dan Demak.
Selain itu, bendungan ini juga ditargetkan mengairi sekitar 4.528 hektare lahan pertanian, yang diperkirakan mampu meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Bendungan ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir, khususnya Kota Semarang.
Baca Juga: Ruwatan Akbar TMII 2025: Saatnya Meruwat Diri, Daftar Sebelum 14 Juli!
Dengan pengelolaan aliran air yang efisien, debit banjir bisa ditekan dari 378.000 meter kubik per detik menjadi 170.000 meter kubik per detik, penurunan sekitar 45 persen.
Artikel Terkait
Kelola Sampah Bernilai, Brantas Abipraya Ajak Warga Budidaya Maggot dan Produksi Eco Enzyme
Brantas Abipraya Berbagi 74 Hewan Kurban untuk Idul Adha, Diambil dari Peternak Lokal
Brantas Abipraya Dorong Swasembada Energi Lewat Proyek Energi Terbarukan, Dukung Penuh Program Asta Cita
Brantas Abipraya Raih Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2025, Buktikan Komitmen Sosial dan Lingkungan
Brantas Abipraya Percepat Pembangunan Bandara VVIP IKN, Siap Jadi Ikon Baru Konektivitas Nasional