Dirut PalmCo Ingin Produksi CPO Naik, Regional III Diberi Tantangan Baru

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 3 Juli 2025 | 06:00 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa saat melakukan panen perdana di kebun Terantam Regional III, Riau.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa saat melakukan panen perdana di kebun Terantam Regional III, Riau.

Produktivitas CPO merupakan indikator untuk mengukur kemampuan produksi setiap hektare perkebunan sawit dalam menghasilkan minyak sawit dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga: Jangan Asal Colok! Ini Batasan Penting Penggunaan Stop Kontak di Kereta Api

Secara nasional, produktivitas CPO ton perhektare berkisar di angka 3-4 ton.

Sementara, PTPN IV Regional III mencapai5,06 ton perhektare dan menuju target 7 ton perhektare. 

“Saya bangga sampai hari ini, Regional III masih mampumenjaga ritme dan prestasi kinerja membanggakan yang terbiasa rapi dan terstruktur,” kata dia.

Baca Juga: Minum Antibiotik Jangan Putus di Tengah, Ini Dampak Buruk Jika Tidak Dihabiskan!

Untuk itu, bukan sebuah kebetulan saat kita menjadikan PTPN IV Regional III sebagai pilot project mewujudkan target produktivitas CPO 7 ton per hektare karena saat ini posisinya telah 5,06 ton per hektare,” lanjut dia disela-sela panen perdana di Kebun Terantam, Kabupaten Kampar.

Jatmiko sendiri mengatakan bahwa posisi tersebut menjadikan PTPN IV Regional III sebagai yang siap mewujudkan target tersebut dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Ke depan, setiap inisiatif yang ditempuh akan menjadi patokan ke berbagai entitas yang bernaung di bawah PalmCo sehingga target capaian protas CPO 7 ton per hektare dapat tercapai bersama.

Baca Juga: Restrukturisasi Jadi Langkah Strategis Garuda Indonesia Perkuat Kinerja dan Kepemimpinan Baru

“Ini yang saya minta PTPN IV Regional III jadi contoh, pionir, bagaimana menjadikan target ini dapat tercapai bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa panen perdana yang berlangsung di awal semester dua di Kebun Terantam ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Dia mengatakan di lokasi peremajaan tersebut menggunakan varietas sawit unggul serta mengutamakan best practice, terutama dari sisi penanaman ulang dan perawatan hingga mampu menghasilkan produksi optimal.

Baca Juga: PHE ONWJ Lanjutkan Komitmen Pulihkan Terumbu Karang di Utara Jawa

“Alhamdulillah di usia 30 bulan, tanam muda yang insyaAllah akan menjadi salah satu inisiatif untuk mewujudkan target yang ditetapkan. Tidak mudah, namun kami percaya dengan kerja keras dan dukungan dari Pak Dirut, insya Allah kita bisa mewujudkannya,” paparnya.  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini