Perlindungan ini sangat penting bagi keberlangsungan permukiman dan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Baca Juga: 5 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Jajan Gorengan
Selain fungsi utamanya, bendungan ini dirancang sebagai fasilitas multifungsi dengan potensi pembangkit energi terbarukan.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,6 megawatt (MW) menjadi bagian dari sistem ini, sejalan dengan visi transisi energi nasional yang mengedepankan sumber daya ramah lingkungan.
Manfaat lainnya dari proyek ini adalah terbukanya peluang pengembangan kawasan wisata dan ekowisata di sekitar bendungan.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat mulai merintis pemanfaatan area sekitar bendungan untuk mendukung pariwisata komunitas.
Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor informal lainnya di Mamuju Tengah.
Dengan rampungnya pembangunan Bendungan Budong-Budong, PT Brantas Abipraya kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Proyek ini tidak hanya ditujukan sebagai solusi jangka pendek terhadap kekeringan, tetapi juga sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya dalam hal teknis tapi juga sosial dan ekonomi."
"Bendungan Budong-Budong adalah simbol kolaborasi dan masa depan berkelanjutan untuk Sulawesi Barat,” tutup Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya. ***
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Berbagi 74 Hewan Kurban untuk Idul Adha, Diambil dari Peternak Lokal
Brantas Abipraya Dorong Swasembada Energi Lewat Proyek Energi Terbarukan, Dukung Penuh Program Asta Cita
Brantas Abipraya Raih Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2025, Buktikan Komitmen Sosial dan Lingkungan
Brantas Abipraya Percepat Pembangunan Bandara VVIP IKN, Siap Jadi Ikon Baru Konektivitas Nasional
Brantas Abipraya Siap Kawal Asta Cita Presiden Prabowo Lewat 8 Langkah Strategis