Dia menyebut, saat ini terdapat 1.700 jenis perizinan yang melibatkan sekitar 17 Kementerian/Lembaga. Namun, lanjutnya, saat ini industri keuangan masih belum menggunakan Online Single Submission (OSS).
Baca Juga: Pertamina Raih Penghargaan Khusus ESG 2025, Komitmen Nyata Menuju Energi Berkelanjutan
Oleh karena itu, pihaknya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat agar industri keuangan juga masuk ke dalam sistem OSS ini.
"Kurang lebih sekitar 1-2 minggu yang lalu kami sudah melakukan pertemuan dengan Ketua OJK dan kami memberikan penjelasan, kami memberikan input kenapa pentingnya kita bisa mengkonsolidasikan," tuturnya.
"Karena selama ini industri keuangan itu baik perbankan, asuransi dan lain-lainnya itu baik yang perbankan dan non-perbankan itu datanya itu belum pernah kita lihat. Belum pernah masuk dalam realisasi investasi. Dan memang proses perizinan-perizinan yang ada disana juga belum.
Baca Juga: Hutama Karya Bangun Fasilitas Pondok di Tasikmalaya, Dongkrak Kualitas Pendidikan Santri
Ia menambahkan, dirinya melihat ada suatu permasalahan di sebuah perbankan, mengenai NIB. Ini sebenarnya menjadi catatan perlunya konsolidasinya masuk ke dalam OSS.
"Respon daripada ketua OJK sangat positif dan mudah-mudahan ini dari kementerian kita akan menidaklanjuti."
"Dalam 1-2 minggu ke depan kita sudah bisa punya kesepakatan dengan industri keuangan, dengan OJK untuk bisa industri keuangan itu masuk dalam OSS kita," tandasnya.**
Artikel Terkait
Inovasi dan Langkah Strategis PT Garam Menjawab Tantangan Swasembada Garam Nasional dan Hilirisasi Industri Soda Ash
Indonesia Simpan Cadangan Tembaga Terbesar Ketujuh di Dunia, MIND ID Perkuat Hilirisasi untuk Kurangi Impor Bahan Baku Industri
MIND ID dan PT Timah Akselerasi Hilirisasi Mineral yang Jarang Dimiliki Negara-negara Lain
Dorong Hilirisasi dan Inovasi, MIND ID Bersinergi dengan Perguruan Tinggi
Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai, Erick Thohir Tegaskan Komitmen BUMN untuk Hilirisasi Energi Hijau