Darmawan juga memaparkan bahwa sistem kelistrikan di Nias telah memiliki cadangan daya sebesar 20 megawatt atau setara 43% dari beban puncak. Ini cukup untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor unggulan seperti perikanan, pariwisata, serta UMKM.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Vietnam yang Dilengkapi Kereta Gantung Pemuas Mata Pemburu Keindahan Alam
“Gasifikasi ini diperkirakan menghemat sekitar Rp72,4 miliar per tahun, dan bisa mencapai Rp153 miliar per tahun saat beroperasi penuh."
"Efisiensi ini membuka ruang investasi baru dan mendukung pertumbuhan konsumsi listrik Nias yang naik 11%, tertinggi di Sumatra,” ujar Darmawan.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan LNG berkapasitas 3.000 meter kubik dan sistem regasifikasi dengan kapasitas hingga 13 MMSCFD.
Baca Juga: Ayo Daftar Lowongan Magang Desainer Grafis di PT Len Inovasi Teknologi, Deadline 31 Juli 2025!
Infrastruktur ini akan mendukung operasional awal PLTMG sebesar 35 MW yang nantinya ditingkatkan menjadi 59 MW. Selain efisiensi energi, proyek ini juga menawarkan dampak positif terhadap lingkungan.
Rakhmad menambahkan bahwa implementasi proyek gasifikasi di Nias mampu menurunkan emisi karbon hingga 30% pada tahap awal atau sekitar 29 ribu ton CO₂ per tahun, dan bisa meningkat menjadi 47 ribu ton CO₂ saat beroperasi penuh.
“Kami sangat berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar proyek ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi lebih dari 150 ribu pelanggan di Nias,” pungkas Rakhmad. ***
Artikel Terkait
Catat Rekor Tertinggi, Laba Asosiasi PLN Nusantara Power Mencapai Rp2,35 triliun
Ekosistem EV Diperkuat, PLN Suplai Listrik ke Pabrik Baterai di Karawang
PLN Terima Penghargaan Literasi Nusantara 2025 atas Kontribusinya dalam Pemerataan Listrik dan Pendidikan
Terang Baru di Pulau Terpencil Sangihe, PLN Hadirkan Listrik Tenaga Surya
Lanjutkan Program PLN NP Class, PLN NP Perpanjang Kolaborasi dengan Pemprov Jatim Hingga Lima Tahun ke Depan