Menjawab Tantangan Energi Masa Depan, Dirut Pertamina Drilling Bicara di Universitas Trisakti

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 7 Juli 2025 | 14:30 WIB
Hadir di Universitas Trisakti, Dirut Pertamina Drilling, Avep Disasmita sampaikan pentingnya peran inovasi dalam menjawab tantangan transisi energi global.
Hadir di Universitas Trisakti, Dirut Pertamina Drilling, Avep Disasmita sampaikan pentingnya peran inovasi dalam menjawab tantangan transisi energi global.

Kabar BUMN - Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita, menjadi pembicara utama dalam gelaran Seminar Ilmiah Mahasiswa (SIM) ke-3 yang digelar Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti pada Jumat, 4 Juli.

Dalam pemaparannya yang bertajuk "Redefining Upstream Oil and Gas: Pertamina Drilling's Role in Innovating for the Future of Energy Sustainability", Avep Disasmita menyoroti peran krusial inovasi dalam menjawab tantangan transisi energi global.

Ia menjelaskan bahwa dalam skenario kebijakan energi Asia Tenggara (Stated Policies Scenario), kebutuhan energi di kawasan ini diperkirakan akan menembus angka 50 ExaJoule.

Baca Juga: Simak 7 Tips Nonton Konser di Luar Negeri Berikut Agar Pengalaman Kamu Makin Maksimal

Namun, proyeksi peningkatan ini juga dibayangi oleh lonjakan emisi karbon yang bisa mencapai 2,5 GtCO₂.

Untuk itu, sejumlah negara mulai beralih dari batu bara, yang saat ini masih mendominasi sekitar 30 persen kebutuhan energi ke sumber yang lebih bersih seperti gas alam dan energi nuklir.

Meski tren transisi energi terus berkembang, Avep menegaskan bahwa hingga tahun 2050, minyak dan gas bumi masih akan menjadi bagian vital dalam bauran energi, dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap total konsumsi energi.

Baca Juga: Waskita Karya Garap Proyek Strategis KLHK, Renovasi dan Bangun 14 Gedung di Empat Pulau

“Misi kami adalah menjadikan industri pengeboran migas tidak hanya relevan, tetapi juga berkelanjutan dan efisien,” ujar Avep.

Strategi Inovasi Drilling Berbasis ESG

Dalam menghadapi tantangan seperti target Net Zero Emissions (NZE) 2060 dan meningkatnya jumlah marginal field, Pertamina Drilling menekankan tiga pilar utama.

Baca Juga: Telkomsel Sabet Empat Penghargaan Bergengsi di TM Forum Innovation Awards 2025 Berkat Inovasi Berbasis AI

Ketiga pilar tersebut antara lain keamanan operasional, prediksi geosains yang akurat, dan operasi pengeboran yang efisien.

“Sekitar 50–80 persen biaya pengembangan sumur berasal dari aktivitas pengeboran. Maka efisiensi dan inovasi menjadi kunci untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas,” jelas Avep.

Pertamina Drilling menghadirkan empat strategi inovasi utama, yaitu Efisiensi pengeboran berbiaya rendah, Peningkatan rasio pengurasan cadangan, Keterlibatan proyek sejak tahap perencanaan awal atau manajemen proyek end-to-end dan Teknologi pengeboran yang lebih ramah lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini