Penggunaan surfaktan ini membantu produksi sumur-sumur gas yang masih memiliki potensi untuk diproduksikan tetapi dengan keterbatasan tekanan reservoir.
Imam menambahkan bahwa upaya PHSS lainnya adalah dengan mengoperasikan kompresor gas yang diletakkan dekat kepala sumur (wellhead compressors).
Kompresor ini berfungsi meningkatkan tekanan agar sumur gas dengan tekanan reservoir yang sudah relatif rendah tetap bisa mengalir dari dalam sumur ke permukaan hingga ke stasiun pengumpul.
Tak hanya itu, Perusahaan juga menggunakan Flared-Gas Recovery Compressors (FGR), yaitu kompresor yang dimanfaatkan untuk mengkompresi gas yang sebelumnya terbuang atau dibakar (flaring) apabila sedang ada program maintenance, agar dapat diproduksikan kembali dan tidak hilang begitu saja.
Dengan adanya FGR ini PHSS juga membantu untuk mengurangi emisi ke lingkungan.
“Pemanfaatan kompresor-kompresor ini diatur secara optimal, termasuk dengan cara memindahkannya antarlapangan sesuai kebutuhan dan rencana pengembangan wilayah kerja yang sedang berjalan. Hal ini dilakukan agar penggunaan fasilitas produksi menjadi lebih efisien dan fleksibel,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Surveyor Indonesia Dukung Produktivitas Migas dengan Teknologi Survei Udara di PHSS
Ajak Masyarakat Muara Badak Donor Darah, PHSS Kumpulkan Lebih dari 100 Kantong Darah
PHSS Berbagi, Wujud Syukur Pertamina Hulu Sanga Sanga Atas Kesuksesan Lampaui Target Produksi Awal Tahun 2025
Nurul Fatihah, Local Hero Binaan PHSS, Unjuk Gigi di Ajang Anugerah Inspirasi Pemuda Kukar 2025
PHSS Tegaskan Pentingnya Perlindungan Obvitnas untuk Stabilitas Energi Nasional