Pertamina Dorong Perhutanan Sosial di Lombok, Warga Raup Nilai Ekonomi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 9 Juli 2025 | 17:30 WIB
Dari hijaukan hutan jadi sumber penghidupan. Program perhutanan sosial Pertamina hadirkan nilai ekonomi bagi warga Lombok.
Dari hijaukan hutan jadi sumber penghidupan. Program perhutanan sosial Pertamina hadirkan nilai ekonomi bagi warga Lombok.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita mengatakan program ini merupakan bagian komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi berbasis masyarakat.

Baca Juga: Malam-malam Wisata Kuliner ke Kulon Progo, Ini Tempat Makan yang Direkomendasikan  

“Kami ingin mewujudkan transisi energi yang inklusif, salah satunya melalui pelestarian hutan berbasis kearifan lokal.

"Program ini membuktikan keberlanjutan bisa dimulai dari desa, oleh masyarakat sendiri,” jelas Arya.

Selain itu, lanjut Arya, sebanyak 60 orang kini mempunyai pekerjaan dan memiliki keahlian melalui pelatihan pengolahan.

Baca Juga: PT Patra Drilling Contractor Hadirkan Culture Day Vol. 1, Sinergikan Nilai dan Kesehatan

Setiap tahun, lebih dari 800 wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke desa ini sehingga meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Melalui ekosistem kemandirian masyarakat yang dibangun Pertamina bersama pemangku kepentingan dan masyarakat lokal, diharapkan kemandirian energi tingkat desa dapat terus berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat,” terang Arya. 

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina terus membangun kemandirian energi masyarakat berbasis energi bersih untuk mendukung target swasembada energi berbasis desa sebagaimana dicanangkan Asta cita pemerintahan Presiden Prabowo.

Baca Juga: BUMN Dorong Kepemimpinan Adaptif lewat Kolaborasi Jasa Marga dan Jasa Raharja dalam Program Talent Mobility

“Dengan dukungan Pertamina, masyarakat sekitar hutan telah menanam 30 ribu bibit pohon produktif seluas 96 Hektar yang memberikan kontribusi ekonomi,” jelas Fadjar.

“Masyarakat lokal pun mendapat nilai ekonomi dari penjualan produk turunan hasil hutan dan juga eduwisata,” jelasnya lebih lanjut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini