“Secara ekonomi, para mekanik nelayan mampu memperoleh penghasilan tambahan sebesar Rp750.000 hingga Rp1.200.000 per bulan, di luar pendapatan utama dari hasil melaut,” ujarnya.
Baca Juga: Pertamina Drilling dan BNPT Perkuat Sinergi untuk Tangkal Ancaman Terorisme di Operasional Migas
Kini, lebih dari 858 nelayan di Cilacap telah merasakan manfaat program ini, yang juga direplikasi di sejumlah daerah lain.
Jumlah nelayan terampil di bidang mekanik pun melonjak dari 15 orang menjadi 145 orang.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa Program Pertamina Sahabat Nelayan merupakan wujud nyata konsep Creating Shared Value, di mana perusahaan tidak hanya menjawab tantangan sosial masyarakat, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan reputasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca Juga: Buka 'Jalur Cepat' ke Panggung Dunia, Pertamina Kembali Buka Pertamuda Seed & Scale 2025
“Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi nelayan melalui usaha bengkel mandiri yang ramah lingkungan,” jelas Fadjar.***
Artikel Terkait
Pertamina Eco RunFest 2025 Usung Semangat Lingkungan Berkelanjutan dan Edukasi Publik
Pertamina Drilling dan BNPT Perkuat Sinergi untuk Tangkal Ancaman Terorisme di Operasional Migas
Investor Day 2025: Pertamina Paparkan Strategi dan Aksi Nyata ESG dalam Sustainability Dialogue
Pertamina Perkuat Fondasi Bisnis untuk Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan
Pertamina Tampilkan Sistem Perizinan Digital Real-Time di Ajang Esri User Conference 2025